Sabtu, 01 Maret 2014

ALL ABOUT LOVE

17jan14

Cinta.
C
inta tak hanya datang dari tatapan mata tetapi cinta hadir  dari tulusnya hati. Cinta selalu memberi kebagiaan dan sakit di hati saya. bahagia karena bersama orang yang saya cinta, sakit karena tahu bahwa saya sangat begitu rapuh.
Semua orang dapat merasakan apa itu cinta dan bertanya dari mana cinta itu datang, tetapi semua orang tidak akan tau kapan cinta itu berakhir, berakhir dalam kebahagiaan atau kesedihan.
Orang bilang cinta itu buta, ya! Cinta itu buta, dapat membutakan mata dan membutakan hati. Dan sampai saat ini saya mengartikan pacaran  yaitu dua insan yang saling menyukai lalu memutuskan untuk menjalin kasih. Apakah itu yang di namakan cinta?




Cinta pertama
C
inta pertama ? bagaimana? Seperti apa? Apa bedanya cinta pertama dengan cinta pada pandangan pertama?  Bagi saya pacaran bukanlah hal yang untuk di pertahankan yang untuk di pertahankan ialah perasaan..
Semuanya berubah, semuannya berbeda disaat dia hadir dalam ke hidupan saya. Dia mengajarkan apa itu cinta, apa itu rasa kasih sayang, apa itu rasa suka. Dia mengajarkan saya arti dari kesabaran, arti kesedihan, arti kebahagiaan dia tidak lupa mengajarkan arti pertemuan dan  arti perpisahan.
Mungkin ini yang di namakan cinta pada pandangan pertama tidak ada perasaan yang datang untuk fisik tetapi perasaan ini datang dari hati. Saya tau bahwa saya tidak mengenal dia, tidak mengetahui tentang dia dan saya bukanlah orang pertama yang dekat dengan dia tetapi saya ingin dekat dan lebih dalam mengenalnya seperti orang-orang yang berada di sekitarnya yaitu teman-temannya.
Dalam sebuah ruangan yang terang di sinilah dia dan saya berbincang segala hal tetapi cahaya terang itu tiba-tiba semain redup di saat orang terdekatnya duduk di sampingnya. Cahaya terang itu masih ada.. ia datang di saat dia tersenyum kepada saya dan menatap saya.
Kalian tau perasaan saya saat itu? Ingin sekali saya berbicara bahwa saya ingin dia, ingin dia selalu menerangi di ruang hati saya. Dia orang yang cuek, dia orang yang dingin. Sebenarnya saya sangat tidak tertarik orang seperti dia tetapi setelah saya mengenalnya semunya salah.. saya ternyata suka dengan sifat kecuekannya, sifat dinginnya dia.


1 month
S
ebulan itu bukan hal yang mudah untuk mempertahakan sebuah hubungan yang sedingin ini dan sebeku butiran es ini, saya coba untuk dapat mempercayai dan mendorong peraaan ini untuk lebih kuat mempertahankan hubungan dan mempertahankan dia di dalam hidup saya.
Saya telah mencoba bertahan dan memperjuangkan tapi sepertinya saya tidak mampu mempertahankan sendiri saya butuh dia.. butuh dia untuk memperjuangkan hubungan ini bersama-sama.
Saya mulai berfikir tentang perbedaan kata arti cuek dengan tidak perduli, apakah kedua arti ini mempunyai arti yang sama?

Perasaan itu masih ada…
Perasaan itu masih ada…
Perasaan itu masih datang…
Perasaan itu masih menghantui hidup saya..
Saya memang salah mengambil keputusan ini untuk mengakhirinya, kalau yang saya tau pada akhirnya saya masih memendaam rasa.

Ijinkan saya..
I
jinkan saya menatapnya meski hati ini tak seharusnya menyapa harapan.. harapan indah untuk bisa bersamaamu lagi..
Ijinkan saya bertanya kepada Tuhan kenapa cinta ini harus hadir dan teraut padanya? Inikah yang dinamakan ujian hati? Ataukah sekedar lelucon Tuhan?
Air mata ini menjadi kenangan terakhir tentangnya satu-satunya hal yang akan tetap menemani saya saat sendiri, saat dia tak lagi di sini, saat dia tak bisa lagi saya miliki.
Saya takut dengan rindu tapi saya selalu menikmati rindu ini, saya tau takkan ada kebersamaan abadi untuk kami tapi ijinkan saya untuk menatapnya untuk sekedar meyakinkan saya bahwa dia bukanlah untuk saya.
Saya rasa seperti di permainkan takdir kenapa cinta harus hadir dalam hati? Jika luka yang menjadi pengikat cerita kita? Jika pepiisahaan yang harus di rasa.
Dia hadir membawa senyum dan dia hadir membawa senyum tinggalah air mata yang dia sisakan dan kesedihan yang teak kunjung usai.
Saya selalu berdoa semoga rasa sakit ini membuatnya tersenyum, semoga luka ini membawanya pada kebahagiaan karena saya di sini selalu berbicara pada hati bahwa ada hal terindah di setiap perpisahaan.


Andai…
A
ndai  dia tau dan membaca tulisan saya yang berantakan dan tidak karuan ini, saya Cuma Ingin bilang janganlah bertanya bagaimana suatu bahasa di ciptakan karena takkan ada jawabnya jangan bertanya kenapa saya mencintainya karena hanya cintalah yang membuat saya dapat mencintainya.
Andai dia tau apa isi hati ini? Apa yang saya rasakan saat ini? Jika dia bisa merasakan, saya mohon balas rasa ini!
Andai dia tau hanya dirinyalah yang ada di hati hanya namanya yang selalu di hati dan hanya wajahnyaa yang ada dibayangan saya.
Saya rasa semua bukan seperti ini mungkin masih ada titik terang yang akan menyinari kegelapan hati memberi pujian untuk diri sendiri merendam semua yang ada saat ini hingga saya dapat kembali di kehidupan yang indah tanpa mengingat dia lagi.
Dia sungguh membuat saya semakin tak mengeti, rasanya hati saya tak menentu. Lihatlah diri saya ini yang berjuang untuk mempertahankan cintanya.



Jujur..
j
ujur tak sanggup melupakaannya, saya katakana saya tak sanggup ketika memaksakan untuk melupakannya, saya tak sanggup ketika pikiran saya memaksa saya untuk membunuh bayangannya.
Disaat-saat sunyi seperti ini tak ada rencana sama sekali tiba-tiba terlintas banyangan itu dipikiran saya, banyangan seseorang yang membodohi saya senyumnya telah meracuni otak saya, dia enggan pergi dari pikiran saya wajahnya telah membuai saya. Dia enggan menjauh dari khayal saya.
Saya terus memikirkannya…
Saya memperdulikannya…
Saya merindukannya…
Namun sudahlah! Rupanya saya baru terbangun, saya salah memperdulikan dia yang tak mau perduli. Saya bodoh memikirkan orang yang tak sama sekali mungkin tak memikirkan saya. Saya rugi hanya membuang waktu saja dengan berjuang untuk cinta yang semu, namun ijinkan saya hanya sekedar merindu walau rindunya kini bukanlah untuk saya.
Sudah banyak tinta yang tercoret di setiap lebaran hanya untuk menceritakan perasaan bodoh ini, sudah banyak waktu yang terlewatkan hanyan untuk menulis dan menguraikan kata-kata untuk memperlega hati saya. Mungkin bagi saya hanya inilah yang dapat menjadi memperlega perasaan saya dan rindu saya padanya. Mungkin ini terlalu lebay dan menjijikan untuk di baca tapi bagi saya ini sangat berarti.