Sabtu, 12 Mei 2012

DARA-GARA HADIAH "cerpen"


cerpen

    GARA-GARA       HADIAH


D
isuatu hari ada sebuah persahabatan yang begitu indah. Tapi entah mengapa dalam persahabatan yang indah itu hilang begitu saja, berawal dari terpisahnya persahabatan mereka dimulai adanya pertengkaran.
Sahabat mereka terdiri dari 5 anggota yaitu : -Ririn
                                                                        -Retha
                                                                        -Lulu
                                                                        -Hemas dan Tuti
      Dibangku kantin yang sangat ramai dengan kedatangannya ririn dengan nada yang gembira “hai semua, lagi apa ngapain nih?. Oh yaa lihat ni gw bawa apaa? Bagus kan?” sambil memperlihatkan barang yang ia pegang, “mmm.. buka dong, kan kita belum lihat isinya gimana mau bilang bagus” kata tuti, “iya iyaa buka dong. Itu beli dimana dan harganya berapa’ sambung lulu “ini hadiah dari mamah gue yang habis liburan dari Lombok. Yang pasti mahal dong. Iya iyaa gue buka.” Jawab ririn sambil membuka hadiahnya. Saat ririn sedang membuka hadiahnya, dengan tidak sengaja Retha menyenggol tubuh ririn yang sedang membuka perlahan-lahan, tiba-tiba hadiah yang ririn pegang jatuh dan isi yang  ada didalam hadiahnya PECAH. Dengan wajah ririn yang merah padam “duuh.. yaampun hadiah gue” sambil mengambil hadiah itu, “maaf ya rin. Maaf banget. Bener deh gue gak sengaja” kata retha dengan wajah yang sangat ketakutan. “apa kata lo? Gak sengaja? Jelas-jelas elo yang jatuhin” tangannya sambil menunjuk nunjukan hadiah yang sudah hancur, “elo marah yah rin? Maaf yaa” kata retha, “yaa jelas marah laah” jawab ririn “iyaa jadi gimana ni, lo mau gantiin gak?” sambung hemas “eh rin, lo kok jadi marahin retha gitu sih? Ini juga hemas kenapa lo bentak-bentak temen lo sendiri?” lulu ikut berbicara “eh lu kenapa lo jadi ikut campur? Lo gak ngebelain ririn yang kehilangan hadiahnya itu?” kata hemas “hemas, jelas-jelas ririn yang salah, bicara gak dipikir dulu dan itu bikin sakit hati” jawab lulu, dan tuti angkat bicara “sudah ret, gak usah diladenin orang seperti dia”
Bel tanda masuk pun tiba, tidak lama kemudian, bel tanda pulangpun berbunyi. kelima sahabat itu tidak seperti biasanya pulang bersama.

19.00 Dirumah ririn..

  Sepulang sekolah ririn belum sempat membereskan baju seragam sekolahnya, dengan tiba-tiba handphone ririn berbunyi. tanpa berkata apapun ririn segera mengangkat handphone itu “halloo.. dengan siapa ini?” kata ririn, terdengar suara dari telephone tersebut “haii.. rin, ku tau pasti kamu lagi bertengkar dengan sahabatmu retha. Memangnya kamu ada masalah apa?” “eh, mau tau aja urusan orang. Lagian juga elo siapa sih? Nelfon malem-malem begini, gatau orang lagi sibuk” jawab ririn dengan nanda yang jutek “aku adalah malaikat pelindungmu” kata yang berbicara ditelfon itu “malaikat pelindung? Hahaha.. hari gini ada malaikat pelindung. TAHAYUL! Kalau benar lo malaikat pelindung, coba lo tau gak? Sekarang gue lagi apa? Pakai baju apa? Dan tanggal lahir gue kapan” jawab ririn “elo sekarang lagi pakai baju sekolah dan tanggal lahir lo 26 april kan?” kata yang berbicara di telfon itu, spontan ririn langsung melonjak kaget “ko elo tau? Ohya ada apa elo nelfon gue?” matanya masih melotot setelah mendengar ucapan malaikat pelindung tadi yang mengetahui pertanyaan ririn “ku mau bilang, kamu jangan sekali-kali lagi bertengkar dengan sahabatmu sendiri. Karna kamu nantinya akan menyesal...,kalau kamu gak minta maaf dalam jangka waktu 3 hari kamu akan ku kutuk menjadi culun selamanya, karna aku malaikat pelindungmu yang mengetahui semua tentang kamu” jawab si malaikat pelindung itu. Tanpa bicara apa-apa telfon terputus,

  Hari pertama tiba ririn  tidak mempertimbangkan kata-katanya, hari keduapun datang ririn masih ragu untuk meminta maaf kepada retha, dan hari ketigapun tibaa..
07.00 disekolah..

 Tuti dan lulu sedang asik berbincang-bincang didalam kelas entah berbincang tentang apaa,  paling ngegosipin mila murid baru di kelas sebelah. Tiba-tiba ririn datang menghampiri mereka berdua “eh lu, retha mana?” kata ririn “gak biasanya lo tanyain retha. Ada apa lo? Jangan bilang lo mau bentak-bentak dia lagi” jawab lulu dengan wajah yang tidak meyakinkan “yaa enggak lah, Hemas tuti liat retha gak?” kata ririn sambil mananyakan retha ke Hemas dan tuti “monokoroboo(manakutahu)” jawab tuti enteng “kayaknya diperpus deh” jawab hemas dengan nada jutek sambil membaca komik, tanpa bertanya lagi ririn segera menuju perpustakaan di ikuti dengan ketiga sahabat itu, “retha retha..” kata ririn sambil berteriak menuju retha “haii ada apa? Kok rombongan gini?” jawab retha yang sedang duduk manis dibangku perpustakaan “retha gue mau minta maaf atas kejadian yang kemarin, elo mau kan maafin gue dngen ikhlas?” kata ririn dengan nada yang memohon-mohon “iyaa gue mau maafin lo kok, lagian marahan juga gak ada gunanya kan? Jawab retha sambil tersenyum “bener ni? thanks yaa, elu emang sahabat gue yang baik J tapi.. kadang-kadang nyebelin juga sih” kata ririn sambil ketawa ikuti keempat sahabat tersebut “nah gitu dong” sambar tuti.

  Bel tanda masuk berbunyi, kelima sahabat itu berlarian untuk memasuki kelas, karna pelajaran pertama pelajaran pak Sujatmiko guru b,inggris yang sangat menyebalkan menurut anak-anak dikelas itu. dulu pernah sewaktu kelas 98 dipindahkan dilabipa, anak-anak membiarkan pak sujatmiko memasuki kelas kosong dibawah tangga. Mereka semua mengetawai guru menyebalkan itu, bahkan dari salah satu anak dikelas itu ada yang bilang “eh, biarin aja jangan ada yang bilangin, kalau kita sudah pindah dikelas ini.” “jangan. dosa dosaa, cepat lari dan beritahu kalau kita sudah pindah dikelas ini” dijawab Salah satu anak tersebut “yyaaah habis guru itu menyebalkan sih sedikit-sedikit ulangan mendadak. Terus hobinya bikin anak-anak dipermalukan dengan hasil ulangan yang mendadak itu” kata salah satu anak dikelas itu “iyaa bagaimanapun dia kan guru kita, kalau gak ada dia kita mau belajar sama siapa? Kalian mau nanti dikelas kita gak ada yang mengajar?” jawab anak dikelas tersebut. Heemm emang serba salah yah. Itu yang membuat anak kelas 98 tidak suka dengan guru itu terutama hemas. Pelajaran demi pelajaran pun telah dilewati, jam menunjukan pukul 12 tepat, bel tanda pulangpun terdengar mereka semua pulang dengan hati gembira termaksuk juga ririn.

16.00 dirumah ririn.

  Seperti biasa lagi-lagi handphone ririn berbunyi, dan ririn segera mengangkat telefon bahkan kayaknya ririn sudah mengetahui siapa yang berbicara ditelfon itu. Terdengar suara dari dibalik telfon “haloo rin, udah gak marahan yaa?” “iyaa udah. Tapi kalo gue boleh tau kok elu gak ngutuk gue si?” kata ririn dengan nada yang ingin tahu “sorry yah rin, ini gue lulu. Gue Cuma gamau kalau lu marahan terus sama retha, lagian juga kalau lu marah marah terus entar lo jadi keriput llooooh.. elo mau kriput kayak nenek-nenek? Haha” jawab lulu enteng sambil tertawa terbahak-bahak tanpa memperdulikan ririn yang belum tentu memaafkan ia “ih dasar, ketipu deh gue. Pantas gue gak begitu yakin saat lo tau semua tentang gue terutama tanggal lahir gue. Hemm karena lo udah ngebohongin gue tapi niat lo baik dengan hati terbuka perminta maaf elo gue terima” kata ririn sambil tersenyum walaupun lulu tidak melihat ia tersenyum “kembali kasih rin. Sama-sama. Siapa dulu LULU NURFADILLAH YANG CANTIK JELITAH haha” jawab lulu sambil tertawa, lagi-lagi ketawanya kali ini makin keras terdengar. Dan ririn yang bosan mendengar lulu tertawa sekeras itu, tanpa berpamitan kepada lulu ia segera memutuskan telfon tersebut meninggalkan lulu yang sedang asik tertawa.
  Pada akhirnya persahabatan yang dulu sedikit renggang GARA-GARA HADIAH kini dapat bersatu kembali. Yang namanya persahabatan itu adalah suatu senyuman yang abadi seperti persahabatan kitaa.. (diambil dari kata-kata ke5 sahabat tersebut).

                                      
                                      ~SELESAI~

senin  16-04-2012
dimuat oleh :RINTANI SEPTIANTI
                     X.1

TELAT "cerpen"


Cerpen





Telat…

      Jantung Riri berdebar cepat ketika melihat suasana sekolahnya sudah sepi. Tidak ada lagi siswa-siswi yang bermain maupun bersenda gurau di depan kelas karena semuanya sudah masuk kelas. Ia menyesal mengapa ia kemarin menonton tv sampai pukul 12 malam, sehingga bengun kesiangan dan terlambat sampai ke sekolah.
      Riri berlari cepat menyusuri lorong-lorong kelas lain untuk menuju kelas X-A, kelasnya,. Ketika sampai di depan kelas, terdengar suara pak Arif,  yang sedang mengajar fisika. Jantung Riri  makin berdebar cepat karena Pak Arif yang killer itu paling tidak suka kalau ada murid yang masuk terlambat. Riri melihat jam tangannya, sudah pukul 07.10. dia sudah terlambat 10 menit. Ingin rasanya dia pulang. tapi, kalau pulang ketinggalan pelajaran. Akhirnya, dengan ragu-ragu Riri mengetuk pintu.
     “masuk” ucap pak Arif dalam kelas. Riri membuka pintu. Seluruh pandangan mata tertuju padanya. Dengan wajah kurang senang, Pak Arif bertanya
“kenapa kamu terlambat?”
     “maaf pak, tadi saya kesiangan,” Riri menjawab sambil melihat Pak Arif dengan wajah takut. “untuk saat ini saya maafkan, tapi lain kali saya tidak mau mendengar alasan apapun,” Pak Arif berkata dan siap untuk memulai pelajaran lagi.
      Riri berjalan menuju tempat duduknya dan bersyukur dalam hati. Ketika bel berbunyi, murid-murid keluar dari kelasnya begitupun Andi, sahabat Riri. “Ri, kenapa sih lo sering banget terlambat?” Tanya Andi.
“kalau tadi memang gue bangun kesiangan”
     “tapi, lo bukan kali ini saja terlambatnya. Lagi pula bukan Cuma ke sekolah saja lo datang terlambat, kalau kita lagi pergih sama Eli dan Tiara, kita juga nggak jadi nonton gara-gara lo telat terus,” ujar andi panjang lebar.
       Dengan wajah menyesal,  Riri berkata “iya sih,sorry deh kalau aku selalu telat. Tapi, bener deh, gue ngga bermaksud telat. Cuma itu sudah menjadi kebiasaan gue.”
      “elo coba dong sekali-kali untuk jangan datang telat. Ohya, nanti sore gue jemput lo untuk les bareng ya, jangan lupa bawa kaset gue!” kata andi.
      Riri baru ingat bahwa ia meminjam kaset andi untuk direkam. Ia belum merekam sama sekali kaset itu!
     Sampai di rumah, Riri langsung mengotak-ngatik tapenya  untuk merekam kaset Andi. Ketika sudah beberapa lama merekam, tiba-tiba mamahnya memanggil, “Ri, Riri.. ada temannya datang.”
    Riri meliahat jamnya dan terkejut, teryata sudah menunjukan pukul 15.55. tanpa mandi, Riri segra berganti baju, mengambil buku dan kaset andi. Kemudian, ia berlari ke luar dan masuk ke dalam mobil andi yang sudah menunggu.
    “tuhkan, terlambat lagi,” sambut andi dengan kesal.
    “sorry ndi, gue habis merekam kaset elo, thanks yaa.” Riri mengembalikan kaset Andi. Andi Cuma mendengus. “kalau begini terus lo hisa menjadi orang yang menyebalkan, tahu!” kata Andi tanpa menyembunyikan kesebalannya.
   Riri cuma mengangguk –angguk “sorry deh, ndi…”
   “awas aja kalau lo besok sampai telat lagi!”
   “besok?”
   “iya besok, memangnya lo lupa? Hari sabtu kan kita mau pergih ke Bogor sama Eli dan Tiara? Kita ketemu didekat telepon umum jam 10.30, kamu jangan telat lagi, ya. Kalau elo telat lagi, gue berangkat duluan sama Eli dan Tiara duluan lho!” Andi mengiantkan.
    “oke deh, gue usahain.” Jawab Riri dengan grogi.
                             * * *
     Hari sabtu yang ditunggu-tunggu, pukul 09.00 Riri sudah siap meluncur ke Stasiun Kiaracondong. Tergesa-gesa, Riri menuju ke arah telepon umum, tempat dimana mereka janjian untuk berkumpul. “aduh, sudah jam 10.35 nih, kok mereka belum datang juga, ya, mbak?”
    Riri bertanya ke pada mbak Rika Karena tidak ditemui temannya satu pun.
    “kamu sebenarnya janjian jam berapa?” mbak Rika bertanya.
     Sambil penepuk dahinya, Riri berkata, “wah.. aku ngga tahu mau naik kereta jam berapa..”
     “lho~ gimana sih kamu, ya sudah coba kamu telepon andi!” mbak Rika memberi saran.
      Mereka menuju kearah telepon umum. Setelah Riri menelpon andi, teryata andi baru saja berangkat ke Stasiun Kiaracondong bersama Eli dan Tiara. Dengan bingung, Riri dan mbak Rika duduk di bangku dekat telepon umum itu.
     Setelah setengah jam menunggu, akhirnya, Andi, Eli dan Tiara datang dan menghampiri Riri dan mbak Rika. “aduh, kalian bagaimana sih, katanya mau ngumpul jam 10.30. sekarang,sudah jam 11 lewat. Memangnya keretanya berangkat jam berapa sih?” sambut Riri panjang lebar. Tapi Andi, Eli dan Tiara tertawa-tawa.
      “wah, sorry nih, sebenarnya keretanya berangkat jam 11.30,” ujar Eli.
      “tapikan, biasanya lo selalu telat, jadi buat jaga-jaga, lo sengaja kita suruh datang lebih pagi.”
      Mendengar penjelasan Eli itu, Riri jadi tambah sebal. Tapi, tentu saja dia nggak bisa marah…


            ~SELESAI~
15-04-2012
Dimuat oleh : Rintani Septianti
             X-1