Sabtu, 12 Mei 2012

TELAT "cerpen"


Cerpen





Telat…

      Jantung Riri berdebar cepat ketika melihat suasana sekolahnya sudah sepi. Tidak ada lagi siswa-siswi yang bermain maupun bersenda gurau di depan kelas karena semuanya sudah masuk kelas. Ia menyesal mengapa ia kemarin menonton tv sampai pukul 12 malam, sehingga bengun kesiangan dan terlambat sampai ke sekolah.
      Riri berlari cepat menyusuri lorong-lorong kelas lain untuk menuju kelas X-A, kelasnya,. Ketika sampai di depan kelas, terdengar suara pak Arif,  yang sedang mengajar fisika. Jantung Riri  makin berdebar cepat karena Pak Arif yang killer itu paling tidak suka kalau ada murid yang masuk terlambat. Riri melihat jam tangannya, sudah pukul 07.10. dia sudah terlambat 10 menit. Ingin rasanya dia pulang. tapi, kalau pulang ketinggalan pelajaran. Akhirnya, dengan ragu-ragu Riri mengetuk pintu.
     “masuk” ucap pak Arif dalam kelas. Riri membuka pintu. Seluruh pandangan mata tertuju padanya. Dengan wajah kurang senang, Pak Arif bertanya
“kenapa kamu terlambat?”
     “maaf pak, tadi saya kesiangan,” Riri menjawab sambil melihat Pak Arif dengan wajah takut. “untuk saat ini saya maafkan, tapi lain kali saya tidak mau mendengar alasan apapun,” Pak Arif berkata dan siap untuk memulai pelajaran lagi.
      Riri berjalan menuju tempat duduknya dan bersyukur dalam hati. Ketika bel berbunyi, murid-murid keluar dari kelasnya begitupun Andi, sahabat Riri. “Ri, kenapa sih lo sering banget terlambat?” Tanya Andi.
“kalau tadi memang gue bangun kesiangan”
     “tapi, lo bukan kali ini saja terlambatnya. Lagi pula bukan Cuma ke sekolah saja lo datang terlambat, kalau kita lagi pergih sama Eli dan Tiara, kita juga nggak jadi nonton gara-gara lo telat terus,” ujar andi panjang lebar.
       Dengan wajah menyesal,  Riri berkata “iya sih,sorry deh kalau aku selalu telat. Tapi, bener deh, gue ngga bermaksud telat. Cuma itu sudah menjadi kebiasaan gue.”
      “elo coba dong sekali-kali untuk jangan datang telat. Ohya, nanti sore gue jemput lo untuk les bareng ya, jangan lupa bawa kaset gue!” kata andi.
      Riri baru ingat bahwa ia meminjam kaset andi untuk direkam. Ia belum merekam sama sekali kaset itu!
     Sampai di rumah, Riri langsung mengotak-ngatik tapenya  untuk merekam kaset Andi. Ketika sudah beberapa lama merekam, tiba-tiba mamahnya memanggil, “Ri, Riri.. ada temannya datang.”
    Riri meliahat jamnya dan terkejut, teryata sudah menunjukan pukul 15.55. tanpa mandi, Riri segra berganti baju, mengambil buku dan kaset andi. Kemudian, ia berlari ke luar dan masuk ke dalam mobil andi yang sudah menunggu.
    “tuhkan, terlambat lagi,” sambut andi dengan kesal.
    “sorry ndi, gue habis merekam kaset elo, thanks yaa.” Riri mengembalikan kaset Andi. Andi Cuma mendengus. “kalau begini terus lo hisa menjadi orang yang menyebalkan, tahu!” kata Andi tanpa menyembunyikan kesebalannya.
   Riri cuma mengangguk –angguk “sorry deh, ndi…”
   “awas aja kalau lo besok sampai telat lagi!”
   “besok?”
   “iya besok, memangnya lo lupa? Hari sabtu kan kita mau pergih ke Bogor sama Eli dan Tiara? Kita ketemu didekat telepon umum jam 10.30, kamu jangan telat lagi, ya. Kalau elo telat lagi, gue berangkat duluan sama Eli dan Tiara duluan lho!” Andi mengiantkan.
    “oke deh, gue usahain.” Jawab Riri dengan grogi.
                             * * *
     Hari sabtu yang ditunggu-tunggu, pukul 09.00 Riri sudah siap meluncur ke Stasiun Kiaracondong. Tergesa-gesa, Riri menuju ke arah telepon umum, tempat dimana mereka janjian untuk berkumpul. “aduh, sudah jam 10.35 nih, kok mereka belum datang juga, ya, mbak?”
    Riri bertanya ke pada mbak Rika Karena tidak ditemui temannya satu pun.
    “kamu sebenarnya janjian jam berapa?” mbak Rika bertanya.
     Sambil penepuk dahinya, Riri berkata, “wah.. aku ngga tahu mau naik kereta jam berapa..”
     “lho~ gimana sih kamu, ya sudah coba kamu telepon andi!” mbak Rika memberi saran.
      Mereka menuju kearah telepon umum. Setelah Riri menelpon andi, teryata andi baru saja berangkat ke Stasiun Kiaracondong bersama Eli dan Tiara. Dengan bingung, Riri dan mbak Rika duduk di bangku dekat telepon umum itu.
     Setelah setengah jam menunggu, akhirnya, Andi, Eli dan Tiara datang dan menghampiri Riri dan mbak Rika. “aduh, kalian bagaimana sih, katanya mau ngumpul jam 10.30. sekarang,sudah jam 11 lewat. Memangnya keretanya berangkat jam berapa sih?” sambut Riri panjang lebar. Tapi Andi, Eli dan Tiara tertawa-tawa.
      “wah, sorry nih, sebenarnya keretanya berangkat jam 11.30,” ujar Eli.
      “tapikan, biasanya lo selalu telat, jadi buat jaga-jaga, lo sengaja kita suruh datang lebih pagi.”
      Mendengar penjelasan Eli itu, Riri jadi tambah sebal. Tapi, tentu saja dia nggak bisa marah…


            ~SELESAI~
15-04-2012
Dimuat oleh : Rintani Septianti
             X-1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar