Pada kesempatan kali
ini aku ingin memosting sebuah kisah hidup yang membingungkan kisah
percintaan yang entah pantaskah disebuat kisah percintaan. Sebelumnya
banyak anak-anak ABG yang nanya sama aku “LDR itu apasih kak?”. LDR apa
sih LDR? Sebenernya aku sendiri juga bingung mau menjelaskan tapi takut
salah nanti bisa-bisa dibilang sok tau. LDR merupakan singkatan dari Long Distance Relationship
yang artinya adalah hubungan jarak jauh sudah banyak sih FTV, sinetron,
atau film layar lebar yang menyuguhkan percintaan LDR seperti ini. Yang
bisa aku tangkap sejauh ini LDR adalah keadaan menyakitkan ketika dua
sejoli menjalin kasih bertemu disuatu tempat dan dipisahkan oleh tempat
juga, mengharuskan mereka untuk tidak saling bertemu untuk periode waktu
tertentu sesuai dengan yang disepakati berdua alias ‘TERPAKSA TIDAK
BERTEMU KARENA JARAK YANG MEMBATASI’ ceilee makin top aja bahasanya.
Lanjut…
Cukup sekarang kita pindah topik “lalu apasih kak cinta dunia maya?”
*JLEBBB. Mendengar pertanyaan itu benar-benar mencekik membuatku haus
dan terpaksa menelan ludah. Yah cinta dunia maya tergolong hubungan
yang aneh tapi nyata. Cinta dunia maya atau LCR yaitu ‘Love Cyber
Relationship’ yang artinya hubungan cinta dunia maya. Mungkin singkatan
ini masih asing ditelinga kalian, ya emang orang aku sendiri yang
nyiptain. Habisnya kurang keren kalau disebutnya cinta dumay/cinta dunia
maya inisiatif diotak muncul buat modific istilah itu biar lebih
kerenan dikit dan kenapa harus bahasa Inggris? Karena emang bahasa
Inggris bahasa yang paling keren bahasa paling Indah. Coba perhatiin
semua arti dialog difilm-film hollywood
rata-rata kalimat kiasaan semua. Melenceng dari topik, balik lagi deh.
Takut dipelototin :p. LCR itu beda banget sama LDR walaupun sama-sama L
dan R tapi mereka berbeda banget D (distance) dan C (cyber) beda kan??
Mari kita kupas satu-satu. LCR adalah suatu gelombang cinta yang terjadi
tidak melalui kasat mata cinta tumbuh dan berkembang karena perasaan,
perasaan nyaman perasaan bahagia meski mereka belum pernah sama sekali
bertemu bisa ngga sih itu dibilang cinta? Entahlah. Jika banyak orang
bilang cinta itu dari mata turun ke hati, oke memang berlaku juga kok
untuk penganut LCR tapi bedanya ‘dari foto turun ke hati’ sama-sama
melalui mata kan, jadi ngga aneh dong? *membela diri. ‘Bedanya hubungan
LDR sama LCR itu apa yah?’ kalau LDR udah saling bertemu tapi mereka
harus merelakan menjalani hubungan jarak jauh bukan kemauan mereka tapi
karena keadaan yang mengharuskan, kalau LCR hubungan yang terjalin meski
mereka belum saling bertemu walaupun meski terkadang jarak diantara
keduanya saling berdekatan namun tetap nyaman dengan status LCR ini dan
menolak untuk bertemu.
Jujur LDR itu bener-bener nyiksa buat siapa aja yang ngalamin, mereka
harus mampu menahan rindu gimana ngga harus nahan iyah kalo LDR jauhnya
bisa ditempuh cuman sejam nah kalau surabaya-jakarta parah lagi beda
pulau kalimantan-jawa wah bisa-bisa ketemu cuman sesemester sekali udah kayak
bayar SPP anak kuliahan aja -,- apasih haha, oyah mereka jg harus mampu
ekstra percaya dibanding dengan hubungan yang jaraknya pendek-pendek
mereka juga harus rela boros buat beli pulsa 2 hari sekali sekedar buat
teleponan, smsan, isi modem buat webcamean dll. Serba ngga enak kan,
tapi kalau udah bicara soal cinta semua kendala, halangan, rintangan
hantam rataaaa tak tersisa karena cinta semua kesusahan bisa ditaklukan
semua yang ngga bisa jadi bisa dan cinta ngga kenal istilah JARAK
SEBAGAI PEMISAH. Hebat banget ya si cinta :D. Jadi kalau ada orang yang
lagi nikmatin tai kucing rasa coklat udah diemin aja jangan diusik, ada
masanya dimana suatu saat kamu juga ngerasain rasa tai kucing coklat
haha
Belom lagi kalau ada beberapa pihak kompor mengkompori buat mengadu
domba pasangan penganut LDR, yang dapat mengakibatkan galau
berkepenjangan. OH TIDAK???!! Ribet banget ya urusan cinta ini, salah
dikit bisa-bisa bikin banjir air mata. Nah kalau penganut LCR asik,
mereka jarang galau, kenapa bisa? Bukannya sama-sama hubungan yang
jarang ketemu? Akan aku jelasin, kenapa dan kenapa tapi tunggu dulu aku
mau ngejabarin beberapa alasan mengapa banyak penganut LCR yang nyaman
dan terjebak untuk menjalani status seperti itu. LCR menjadi populer
setelah beberapa jejaring sosial atau Sosial Network dikenal oleh
masyarakat luas mulai dari kalangan anak SD, SMP, SMA, kuliahan,
pegawai, ibu-ibu, bapak-bapak, om, tante, paklek, bulek, paman, bibi,
oma, opa dan masIh banyak lagi karena gampang diakses dan mudah
digunakan dari berbagai kalangan sosial network itu semakin gencar
dimainkan, semua beradu eksis semua berlomba mencapai kepopuleran
sempurna namun pasti hanya sebatas DUNIA MAYA, kIta sebut sebagi ADM
artis dunia maya, mereka termasuk golongan ADDICT CYBER WORLD, because
of?? Dari pagi sampai pagi kerjaan mereka online terus, mungkin untuk
membunuh rasa kesepian namun menurutku itu sudah diluar batas kewajaran
dan bukan lagi menjadi keadaan yang ‘BIASA’ .
Ngga mau munafik dan memungkiri kenyataan dulu aku juga pernah ada
dikondisi itu kondisi dimana aku bener-bener ngerasa seneng, bahagia
punya banyak teman, banyak kenalan dari sabang sampai merauke tapi
bukan untuk orang-orang terdekatku mereka justru risau takut mental ku
berkembang tidak sempurna karena aku jarang bersosialisai dengan
orang-orang disekelilingku karena hampir setengah masa ABG aku habiskan
untuk berkelana mencari jati diri lewat jejaring sosial/dunia maya
seperti Mig33, Nimbuzz, Ebuddy, YM!, Facebook, twitter. Bahkan saat
usiaku masih amat sangat dini saat masih kelas 3SMP aku pun udah
nyoba-nyoba mainin friendster atau yang sering disebut FS bikin aku jadi
pribadi yang tertutup (bukan bodoh). Dan yang jelas aku ngga nyesal,
karena pilihanku itu ada karena aku yang mau, keinginanku bukan
keinginan mereka terbukti kan aku mendapat banyak ilmu, banyak
informasi, banyak pengetahuan baru yang mungkin orang-orang yang ngga
eksis didumay terlambat mengetahuinya karena aku udah lebih dulu tahu.
Lanjut ngga? Sorry agak berbelit.. dan makasi yang udah baca sampai
bagian ini kisshug dulu muach :*
Semakin berkembangnya teknologi mengakses dunia maya uda ngga seribet
dulu ngga perlu punya PC atau laptop cukup HP berbasis java udah bisa
eksis. Jejaring sosial itu lah yang mempelopori awal terbentuknya LCR,
jangan bilang kalian ngga pernah LCR? Mungkin emang ada yang ngga
pernah, tapi apa pernah kalian merasa tertarik setelah mengitip foto
profil seseorang? Atau karena nyambung saat ngobrol sama dia? Nyaman
karena dia jadi temen curhat dan pendengar yang baik? Atau terlena
karena perhatiannya melebihi orang terdekat disekitarmu? Hati-hati itu
sih gejala awal LCR. Jangan sampai terjebak ya apalagi kalau sudah
terlena bisa gawat. Saranku sih siapa yang menanam benih akan menuai
hasil, harus siap nangis kalau mau nyobain kayak apa LCR, terkhusus LCR
yang pakai hati. Alasan seseorang mengambil keputusan ingin menjalan
LCR?
- Karena dia merasa didunianya yang nyata dia udah ngga diterima, maksudnya sorry kita ngomong blak-blakan aja yah. Misal dia termasuk orang yang kurang cakep atau cantik mungkin dia ngerasa kesulitan buat nemuin seseorang yang bisa sayang sama dia penyelesaian tergampangnya ya eksis dunia maya jalanin deh tuh LCR, untuk menarik lawan jenisnya di dumay dia harus pasang foto tercute koleksinya dan dipoles photoshop dikit bila perlu. Apasalahnya sih toh untuk menarik lawan jenis didunia nyata juga banyak yang pakai make up, kalau Hpnya kamera standart make up ngga bakal ketara kalau pake kamera LSR sih nggapapa untuk itu bisa disiasati dengan sedikit kreatif lewat aplikasi edit photo seperti, photoshop, photoscape, atau yang terbaru aplikasi edit foto termuda untuk pemula dan terpraktis karena telah tersedia tool yang tinggal klik. Sampai-sampai kalau diajak webcamean mereka sering menolak, mungkin karena takut pasangannya kecewa. kamera webcame burem boooo* takutnya ntar pasangannya kecewa gara-gara hasil foto sama webcame beda jauh ngahaha.
- Karena LDR, loh kok LDR ikut-ikut? Yah memang, dunia maya identik sebagai tempat pelarian seseorang yang sedang jenuh, kesepian, sekedar iseng untuk menghabiskan waktu, atau karena muak dengan kehidupan nyatanya. Karena LDR maka seseorang bisa tergoda menjalani LCR sekaligus karena beberapa hal, pasangannya kurang perduli, pasangannya kurang perhatian, pasangannya sibuk sendiri. Nah mangkanya bagi para LDR bener-bener harus curahin semua kasih sayangnya jangan sampai pasanganmu merasakan harus mencari seseorang yang mampu membuatnya nyaman karena kenyamanannya uda ngga bisa dia dapetin dari kamu. Dulu aku pernah LCR eh aku tanya kan sama LCRan aku itu dia di Jogja aku di Surabaya “jujur aja kalau udah punya pacar dijogja! Aku ngga marah kok, aku malah seneng kamu jujur.” “sumpah ngga ada beb, aku ngga punya pacar dijogja.” Oke untuk beberapa saat aku percaya, beberapa kali pertanyaan iku aku lontarkan kembali jawabannya tetap sama sampai suatu saat aku berkenalan dengan mantannya yang berdomisili di Semarang, dan DOORRRR!!! Hati aku sakit tapi ngga berdarah kepala aku berasa seperti abis tertimpa lonceng raksasa ternyata si G emang uda pacar tapi bukan di Jogja tapi di Semarang nyeseknya lagi tuh cewek realnya dia, kedudukan yang berbeda jauh mental aku jadi ciut modal sayang pun ngga akan bisa mutusin ikatan mereka orang ikatannya jauh lebih kuat dari sekedar ikatan LCR. Sekarang siapa yang bodoh pertanyaanku apa aku? Oh god!! Be patient fah, calm down. Smile… hiburku dalam hati. Dasar playboy cap gayung. Setelah aku klarifikasi si G masih ngeles aja pengen rasanya saat itu aku gorok lehernya, berani nya bego-begoin aku! tapi emang bego sih, tapi dulu hahahaha. Masa katanya gini, kamu kan tanyanya di Jogja kalo di Jogja emang ngga ada kalau di Semarang ada itupun aku jarang kontek-kontekan dia sibuk sendiri dan aku juga sibuk sendiri sama kamu. Ah shit!!
- Karena iseng, iseng? Iyah iseng berawal dari coba-coba akhirnya terlena dan terjebak semakin jauh dan jauh semakin memakai perasaan dan sakit, huhu aku banget. Aku dulu LCR niatnya cuman main-main aja aku yang udah berhasil eksis di FB mulai tergoda liat cowok cakep yang berlalu lalang diberanda duh pengen hati memiliki alhasil cuman bisa ngasi kode biar tuh cowo-cowo kece ngerespon dan bingo!!! Lebih dari satu yang merespon bingung sih harus milih yang mana bukan karena cakep atau jelek tapi ini soal hati, apasih hati?? Para sesepuh mohon penjelasannya hehe. Setelah menelaah memilih dan merasakan hati ini berhasil memilih juga. Tapi kenapa yang awalnya iseng malah bikin aku nyaman buat jalanin LCR lagi dan lagi. Entahlah bodoh bego goblok atau apalah terserah kalian yang menyikapi hidup akan terasa indah bila kita sebagai manusia mampu menikmati berbagai pengalaman hidup yang unik termasuk percintaan LCR ini yang Tuhan pun pasti ikut andil didalamnya.
Udah banyak pasangan LDR atau LCR yang mampu mengiklarkan cinta
dipelaminan suci di saksikan Tuhan untuk membangun sebuah bahtera rumah
tangga seperti yang telah dikupas oleh KICK ANDI itu sudah
merupakan bukti nyata bahwa LDR atau LCR bukan sebuah ajang main-main
namun kembali lagi seberapa seriuskan orang yang menjalani dan seberapa
pentingkah orang yang menyikapi setiap orang berbeda-beda mungkin LDR
atau LCR adalah cara Tuhan mendekatkan kita kepada jodoh kita yang
mungkin jauh disana dan jodoh ngga selamanya berdekatan dong sama kita,
hanya Tuhan yang tahu. Siapa tahu jodohku bule kece *ngarep haha. Nah
itulah beberapa alasan penganut LCR, LCR yang jarang galau adalah mereka
yang ngga pake hati, ngga mau serius, dan mengedepankan kenyamanan
bukan perasaan, tapi jarang ada LCR yang ngga nangis kalau diputusin,
atau ngga nangis karena diduain. Perasaan kenyamanan adalah perasaan
yang erat kaitannya dengan perasaan cinta perasaan sayang jadi jangan
bilang kamu nyaman tapi kamu ngga sayang, bullshit!! Oke semua bisa kamu
kelabuhin tapi hatimu? Hatimu hanya tertawa menyikapi kemunafikanmu
berhentilah munafik, jangan menyepelekan orang lain penganut LDR, LCR
sama-sama manusia, manusia yang berperasaan, yang bahkan jauh lebih kuat
dari kalian yang memandang kami sebelah mata. Menganggap, apasih
enaknya LDR LCR? Bego aja mau-maunya, kalau ada yang deket kenapa harus
yang jauh? Ah goblok, hari gini LDR? Ah tolol, apaan tuh cinta dumay?
Berbanggalah kita ngga termasuk orang-orang munafik yang didalam hati
kecilnya mecoba berontak dan menahan rasa ingin tahunya, menahannya
untuk berekplorasi, menolak untuk mecoba karena apa? Karena takut, takut
apa? Takut sakit, kok bisa? Karena dia ngga mau dibilang lemah atau
bodoh. Waw munafik sekali, sangat disayangkan. Aku sih rela dibullying,
dicemooh, dikatain, dibego-begoin. Kenyamanan ini kan aku dapet bukan
karena kalian yang memberi tapi karena aku yang mencari, dan atas hak
apa kalian menghakimi? Silakan menilai diri sendiri bukan karena marah
tersungging atau murka karena dicelah, aku hanya kasian. Pilihan hidup
seseorang menjadi pilihan hidup seseorang yang akan mereka jalani
sendiri kenapa harus sibuk mengurusi pilihan orang lain? Kecuali pilihan
mereka merugikan kita, kalau ngga kenapa harus?? Mau LDR, LCR, hubungan
pacaran nyata yang tiap hari ketemu atau tiap minggu ketemu toh yang
jalanin ya masing-masing, kita ya kita mereka ya mereka.
Setelah usiaku yang makin banyak yang 17 tahun ini udah
saatnya bertaubat udah abis waktu bermain udah harus serius nyari
pasangan apalagi get merriendnya uda deketi. Doain ya J
dan siapapun jodohku nanti semoga kamu ngga keberatan nerima aku yang
udah kelewat lama berkelana mencari cinta sekedar untuk menemukanmu yang
mungkin masih tersesat dihati bidadari lain XD dan semoga kamu tahu
upayahku buat ketemu kamu ini bener-bener berat banyak rintangan godaan
berkali-kali tersesat dan kini berhasil kembali masih terus mencari dan
mencari, aku ngarep banget kamu senang berjodoh sama aku *LOL. Tulisan
ini ada bukan bermaksud untuk menjatuhkan orang lain, atau menyudutkan
pihak tertentu, niat aku murni bilahi hanya sekedar berbagi
intinya kalau ada yang pacaran belum ketemuan itu ngga bisa disebut
sebagai LDR lho, lebih tepatnya LCR, LCR mungkin proses awal menuju
tahapan LDR tapi kadang LCR ngga harus jadi LDR karena ngga semua LCR
dibatasi oleh jarak, LCR bisa aja sekota tapi ya gitu hanya tinggal
menunggu kemauan untuk mau bertemu dan jadilah kalian pasangan yang
serasi dan lepas dari embel-embel LCR, semoga berhasil menemukan cinta
sejati jangan pernah takut untuk mencoba ikuti perasaanmu biar mengalir
seperti air bila kesakitan yang didapat biar waktu yang menghapusnya
buka lebar tanganmu untuk selalu menerima cinta baru, cinta tumbuh tanpa
bantuan musim. Cinta sering kali kita kejar dan terlepas, namun saat
cinta mulai menghampiri terkadang kita biarkan ia pergi. Dalam keindahan
selalu ada mata yang menerima dalam kebenaran selalu ada telinga yang
mendengar dan dalam kasih selalu ada hati yang menerima. See you..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar