“Pada Kesempatan kali ini ekonomi kelas x .blogspot.com
akan membahas mengenai Pengertian
Uang. Materi ini
saya ulas guna untuk memudahkan kalian memahami Uang dan Perbankan”
Uang dapat didefinisikan sebagai benda-benda yang disetujui oleh masyarakat
sebagai alat perantaraan untuk mengadakan tukar-menukar/ perdagangan. Yang
dimaksud dengan disetujui dalam definisi ini adalah terdapat kata
sepakat di antara anggota-anggota masyarakat untuk menggunakan satu atau
beberapa benda sebagai alat perantaraan dalam kegiatan tukar-menukar.
Agar masyarakat menyetujui penggunaan sesuatu benda sebagai uang, haruslah
benda itu memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a. Nilai tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
b. Mudah dibawa-bawa.
c. Nudah disimpan tanpa mengurangi nilainya.
d. Tahan lama.
e. Jumlahnya terbatas (tidak berlebih-lebihan).
f. Bendanya mempunyai mutu yang sama.
Dalam ilmu ekonomi peranan/fungsi uang dalam melancarkan kegiatan
perdagangan dibedakan menjadi empat jenis, yaitu sebagai berikut :
1. Untuk melancarkan tukar-menukar (alat tukar)
Dengan adanya uang, kegiatan tukar-menukar akan jauh labih mudah dijalankan
jika dibandingkan dengan dengan di dalam kegiatan perdagangan secara barter.
Tukar-menukar baru akan berlangsung apabila seseorang dapat menawarkan sesuatu
barang yang diinginkan oleh seseorang lainnya, dan orang lain itu memiliki
barang yang diinginkan oleh orang yang pertama.
Kehendak ganda yang selaras ini tidak perlu diwujudkan dalam perekonomian
yang menggunakan uang sebagai alat tukar-menukar. Dengan adaanya uang seseorang
yang menginginkan barang tidak perlu bersusah payah mencari orang yang memiliki
barang tersebut dan juga mengingini barang yang dimilikinya. Jadi, uang
digunakan dalam kegiatan tukar-menukar. Maka waktu untuk melakukan kegiatan
tersebut dapat dipersingkat, tenaga dihemat, dan kegiatan tukar-menukar menjadi
lebih sederhana. Ini berarti uang telah melancarkan jalannya kegiatan
perdagangan.
2. Untuk menjadi satuan hitung (pengukur nilai)
Keuntungan selanjutnya dari penggunaan uang dalam masyarakat bersumber dari
kesanggupannya untuk bertindak sebagai satuan nilai. Yang dimaksud dengan
satuan nilai adalah satuan ukuran yang menentukan besarnya nilai dari berbagai
jenis barang. Dengan adanya uang, nilai sesuatu barang dapat dengan mudah
dinyatakan, yaitu dengan menunjukkan jumlah uang yang diperlukan untuk
memperoleh barang tersebut.
3. Untuk ukuran bayaran yang ditunda
Transaksi-transaksi dalam perekonomian yang sudah berkembang banyak sekali
dilakukan dengan pembayaran yang ditunda atau penjualan secara kredit.
Penggunaan uang sebagai alat perantaraan dalam tukar-menukar dapat mendorong
perkembangan perdagangan 198 Ekonomi SMA Kelas X
yang bersifat demikian karena penjual lebih merasa yakin bahwa pembayaran
yang ditunda itu adalah sesuai dengan yang diharapkannya. Dengan perkataan
lain, mutu benda yang akan diperolehnya pada masa yang akan datang sebagai
pembayaran penjualannya, yaitu uang, akan sesuai dengan uang yang diharapkannya
pada waktu menjual barangnya.
Satu syarat penting agar fungsi uang yang ketiga ini dapat dijalankan
dengan baik adalah bahwa nilai uang yang digunakan harus tetap stabil. Nilai
uang dikatakan stabil apabila sejumlah uang yang dibelanjakan akan tetap
memperoleh barang-barang yang sama banyak dan sama mutunya dari waktu ke
waktu. Apabila syarat ini tidak dipenuhi, fungsi uang sebagai ukuran
untuk pembayaran tertunda, tidak akan dapat dijalankan dengan sempurna.
4. Sebagai alat penyimpan nilai
Penggunaan uang memungkinkan kekayaan seseorang disimpan dalam bentuk uang.
Apabila harga-harga barang stabil, menyimpan kekayaan dalam bentuk uang lebih
menguntungkan dari menyimpannya dalam bentuk barang. Di dalam perekonomian yang
sudah maju, jenis uang yang utama adalah uang bank atau uang giral.
Uang jenis ini tidak memerlukan biaya untuk menyimpannya dan mudah
mengurusnya. Ini disebabkan jika seseorang memiliki uang ini, penyimpanan dan
pengurusan uang tersebut bukan dilakukan oleh pemiliknya, melainkan oleh bank
umum yang menyimpan uang tersebut. Walaupun uang tidak di tangan
pemiliknya, ia dapat dengan mudah diambil apabila ingin menggunakan uang
tersebut.
Pernyataan bahwa uang merupakan alat penyimpanaan nilai yang lebih baik
daripada kekayaan yang berupa barang, dimisalkan bahwa nilai uang tidak
mengalami perubahan yang berarti dari satu periode ke periode lainnya. Apabila
harga-harga selalu mengalami kenaikan yang pesat, nilai uang akan terus-menerus
mengalami kemerosotan.
Maka, kekayaan
yang berupa uang akan mengalami penurunan nilai kalau dibandingkan dengan
kekayaan yang berbentuk barang. Dengan keadaan demikian uang bukanlah alat
penyimpanan nilai yang baik. Apabila keadaan seperti itu berlaku dalam
perekonomian, masyarakat akan beramai- ramai menggantikan kekayaan yang berupa
uang menjadi kekayaan yang berbentuk barang.
Sumber :
Eko, Yuli. 2009. Ekonomi 1 : Untuk SMA dan MA Kelas X. Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.
Mulyati, sri Nur dan Mahfudz, Agus dan Permana, Leni. 2009. Ekonomi 1 :
Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.
“Pada Kesempatan kali ini ekonomi kelas x .blogspot.com
akan membahas mengenai Jenis-jenis
Uang. Materi ini
saya ulas guna untuk memudahkan kalian memahami Uang dan Perbankan”
Uang yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan
berdasarkan kriteria sebagai berikut:
a. Berdasarkan bahan
1. Uang logam, yaitu uang yang terbuat dari logam.
2. Uang kertas, yaitu uang yang terbuat dari kertas.
b. Berdasarkan lembaga yang mengeluarkan
1. Uang Kartal (Chartal =
kepercayaan), yaitu mata uang logam dan kertas yang dikeluarkan oleh bank
sentral dan berlaku umum di masyarakat.
2. Uang Giral (Giro = simpanan di bank), yaitu dana yang
disimpan pada rekening giro (demand deposit) di bank-bank umum yang
sewaktu-waktu dapat dipergunakan untuk melakukan pembayaran dengan perantaraan
cek, bilyet giro atau perintah membayar. Jadi, uang giral dikeluarkan oleh bank
umum.
c. Berdasarkan nilai
1. Bernilai penuh, yaitu
uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) sama dengan nilai nominalnya.
Biasanya berupa uang logam.
2. Tidak bernilai penuh,
yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) tidak sama dengan nilai
nominalnya. Biasanya berupa uang kertas.
d. Berdasarkan pemakai
1. Internal Value, yaitu kemampuan uang untuk membeli uang atau jasa di
dalam negeri.
2. E ternal Value, yaitu kemampuan uang untuk ditukarkan dengan uang asing.
Sumber :
Eko, Yuli. 2009. Ekonomi 1 : Untuk SMA dan MA Kelas X.
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.
Mulyati, sri Nur dan Mahfudz, Agus dan Permana, Leni. 2009. Ekonomi 1 :
Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.
Materi Terkait :
“Pada Kesempatan kali ini ekonomi kelas x .blogspot.com
akan membahas mengenai Teori
Nilai Uang. Materi ini
saya ulas guna untuk memudahkan kalian memahami Uang dan Perbankan”
Teori nilai uang dibagi menjadi 3
yaitu ;
a. Teori barang
1. Teori logam (katalistik)
menyatakan bahwa uang diterima masyarakat karena bahannya dibuat dari logam
yang bernilai tinggi. Teori ini dipelopori oleh Adam Smith.
2. Teori nilai batas
menyatakan bahwa uang diterima masyarakat karena adanya keperluan masyarakat
akan barang dan adanya kepercayaan terhadap uang.
b. Teori nominalisme
1. Teori perjanjian
(konvensi), yaitu uang diterima oleh masyarakat karena adanya perjanjian untuk
memakai suatu benda dalam pertukaran. Pelopor teori ini adalah Thomas Aquinas.
2. Teori kebiasaan, yaitu
uang diterima oleh masyarakat karena kebiasaan masyarakat menggunakan benda
tertentu dalam pertukaran.
3. Teori kenegaraan, yaitu
uang diterima oleh masyarakat karena adanya ketetapan dari pemerintah dalam
pertukaran.
4. Teori tuntutan (klaim),
yaitu uang diterima oleh masyarakat karena ada tuntutan terhadap barang-barang
yang dihasilkan masyarakat. Pelopor teori ini adalah J. S. Mill.
5. Teori realisme (fungsi),
yaitu uang diterima oleh masyarakat karena adanya penilaian terhadap uang yang
dapat memudahkan pertukaran. Pelopor teori ini adalah David Hume.
c. Teori internal
Teori ini didasarkan pada kemampuan uang untuk ditukarkan dengan sejumlah
barang/jasa tertentu. Dalam ekonomi moneter teori ini disebut juga Teori
permintaan uang. Teori internal ini meliputi :
1. Teori kuantitas (quantity theory ) menyatakan bahwa nilai
uang tergantung pada jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Semakin banyak
uang yang beredar semakin tinggi harga barang, dan sebaliknya. Hal tersebut
dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut :
M=
k. P
Keterangan:
M (mone ) = Jumlah
uang yang beredar
k (konstanta) = Perbandingan konstan
P
(price)
= Harga barang
2. Teori transaksi (e change equation)
Teori ini dipelopori oleh Irving Fisher yang berpendapat bahwa nilai uang
tergantung pada jumlah uang yang beredar, kecepatan uang beredar (berpindah
tangan), dan jumlah barang yang diperdagangkan. Secara matematis dapat
dirumuskan sebagai berikut :
M
. V = P . T
Keterangan:
M (mone )
= Jumlah uang yang beredar
V (velocit of circulation)
= Kecepatan peredaran uang
P (price)
= Harga barang
T (transaction of goods) =
Jumlah barang yang diperdagangkan
3. Teori persediaan kas (cash balance theory )
Teori ini dikemukakan oleh Alfred Marshall yang menyatakan bahwa nilai uang
tergantung pada jumlah uang yang disimpan untuk persediaan kas dari sebagian
pendapatan masyarakat. Persediaan kas tergantung pada jumlah pendapatan dan
tingkat suku bunga di pasar. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut.
M
= k . P . Y
Keterangan:
M (mone ) = Jumlah
uang yang beredar
k (koefisien) = Jumlah uang untuk
persediaan kas
P
(price)
= Harga barang
Y (income) =
Pendapatan
“Pada Kesempatan kali ini ekonomi kelas x .blogspot.com
akan membahas mengenai Permintaan
Uang. Materi ini
saya ulas guna untuk memudahkan kalian memahami Uang dan Perbankan”
Permintaan uang adalah jumlah uang yang diminta oleh masyarakat untuk
ketiga tujuan meminta uang, yaitu tujuan transaksi, tujuan berjaga-jaga, dan
tujuan spekulasi.
Permintaan uang untuk tujuan
transaksi dan berjaga-jaga mempunyai sifat yang berbeda dengan permintaan uang
untuk tujuan spekulasi. Permintaan uang untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga
ditentukan oleh pendapatan nasional. Semakin tinggi pendapatan nasional,
semakin banyak uang yang diperlukan untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga.
Permintaan uang untuk tujuan spekulasi ditentukan oleh suku bunga. Apabila
suku bunga tinggi, permintaan uang untuk spekulasi rendah karena uang telah
digunakan untuk membeli surat-surat barharga. Sebaliknya, jika tingkat bunga
rendah, permintaan uang untuk spekulasi tinggi karena masyarakat tidak bersedia
melakukan pembelian surat-surat berharga dan akan memegang uang.
Permintaan terhadap uang dipengaruhi oleh motif atau alasan rumah tangga
menyimpan uang. Menurut J. M. Keynes dalam teorinya Liquidit Preference
ada tiga motif orang menyimpang uang, yaitu sebagai berikut :
1. Motif transaksi (Transaction motive)
Alasan menahan uang didasarkan pada keinginan untuk membiayai transaksi
kebutuhan hidup sehari-hari.
2. Motif berjaga-jaga (Precautionar motive)
Alasan berjaga-jaga adalah alasan untuk menghadapi keadaan darurat dan hal
yang terjadi tanpa diduga.
3. Motif spekulasi (Speculative motive)
Alasan spekulasi timbul karena adanya keinginan memperoleh keuntungan
berdasarkan ramalan dan penghitungan pada masa yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar