WANITA TEGAR
Kalian taukan rasanya bagaimana
kehilangan seseorang yang kalian sayang?ataukah kalian belum pernah
merasakannya?Yah itulah yang aku rasakan saat ini, saat dimana aku kehilangan
seseorang yang aku sayang. 2tahun kehilangannya almarhumah Ayuni,kalian tahu itu siapa?itu adalah kakak perempuan dari ayahku.
Aku sangat bangga kepadanya. Kalian mau tahu kenapa aku sangat bangga
kepadanya?karena dia adalah sosok perempuan yang sangat tegar, ia masih bisa
tersenyum walaupun hatinya terluka, ia masih bisa menolong sesama walaupun uang
yang ia punya tidak memungkinkan diberi kepada orang yang tidk mampu. Aku sering
dapat cerita dari tanteku tentang bagaimana sosok perempuan setengah baya itu
menjalani hidup dari semasa ia muda. Aku menceritakan dengan mengganti nama
asli mereka dengan nama samara. Begini ceritanya…
“dari semasa muda alm ayuni
adalah seorang perempuan yang sangat cantik, bisa dibilang kembang desa. Sampai
sampai semua teman sebayanya ngiri melihat kecantikan yang ayuni miliki, ia
cantik, baik, putih, tinggi, rambutnya terurai panjang berwarna hitam. Semua
pria yang melihatnya pasti menaruh hati kepadanya, sampai pada saat itulah
ayuni menikah dengan seorang pria dan dikaruniai seorang anak laki-laki yang
diberi nama cecep. Ia menikah dengan pria itu dikarenakan dijodohkan dengan
kedua orang tuannya. Pria tersebut adalah seseorang yang kaya akan hartannya.
Dan tidak lama setelah mereka mejalani hidup bersama, pria tersebut
meninggalkan ayuni tanpa alasan. Padahal dulu, pria tersebut mengejar ngejar
ayuni dari semua pria yang merebutkan ayuni. Tapi sekarang pria tersebut
menggalkan ayuni dan membawa anak pertama mereka. Yatuhan bagaimana perasaan
bibi aku saat itu?pasti sakit yang ia rasakan. Tapi ayuni tetap sabar dengan
keadaan, ia tak banyak bicara. Ia hanya diam. Setelah lamanya pria tersebut
meniggalkan ayuni. Ayuni menikah lagi dengan seorang pria yang dulu sempat
mengejar ayuni semasa mudanya. Ia dikaruniai anak bernama budi,dimas,dika dan
yang terakhir fahri. Setelah ayuni memiliki anak yang terakhir bernama fahri,
Pria itu menceraikan ayuni. Mereka pergi kepengadilan secara diam diam agar
anak mereka tidak mengetahuinnya bahwa mereka akan berpisah dikarenakan ada
banyak masalah. Setelah beberapa lama ayuni bercerai dengan suaminya itu, ia
banting tulang kerja sana sini hanya untuk membiayai keempat anaknya itu sampai
mereka semua dewasa. Satu persatu anaknya menikah dan tinggal satu rumah
bersama ayuni. Menantu menatunya itu bersikap tidak sopan kepada ayuni, semua
pekerjaan rumah, ayunilah yang mengerjakannya. Mulai dari memasak, memyuci
pakaian dll. Kayak layaknya seorang pebantu rumah tangga. Ada mantu dari dua anak ayuni yang sopan dari
beberapa mantu lainnya yaitu menantu dari anak ayuni yang bernama
dimas&fahri. Isteri dari fahri adalah keponakannya ibu aku. isteri fahri
tersebut sopan dan baik hati kepada ayuni, mungkin karena isteri fahri adlah
keponakan ibu saya. Keluarga ibu sya kan keluarga baik baik hehe. Lagian juga
fahri dengan keluargannya tidak tinggal satu rumah dengan ayuni dan saudara
saudaranya. Yang paling banyak masalah adalah isteri dari budi&dika. Isteri
budi adalah perempuan pekerja malam. Sebetulnya budi adalah seorang anak yang
baik dan penurut kepada orang tuannya. Mungkin karena ia sudah terlanjur cinta
kepada isterinya dan satu anaknya. Jadi ia enggan menceraikan isterinya itu.
Pernah waktu saat itu isteri budi tidak pulang pulang kerumah, isteri budi
meninggalkan satu anaknya dan juga suaminya. Semua pekerjaan yang harus
dikerjakan oleh isterinya ini malah dikerjakan oleh ibunya yaitu ayuni. Dari
mulai mengantar anaknya sekolah dll. Itu baru cerita dari anak dan isterinya
budi. Dan selanjutnya saya akan menceritakan anak ketigga dari ayuni yaitu
bernama dika. Dika mempunyai isteri yang masih cukup muda, isterinya itu boros,
hobiny belanja, dan ngabisin uang suaminya. Ia juga dikaruniai satu anak.
Bahkan kalau suaminya pulang kerja dan tidak membawa uang. Isterinya menyuruh
suaminya tidur diluar. Apakan serang isteri sopan memperlakukan seorang suami
seperti itu?mungkin tidak. Ada suatu kejadian yang membuat seorang isteri budi
dan dika berantem. Mereka berebutan kamar yang ia tempati, dan juga mereka
ngiri satu sama lain, dikarenakan seorang anak dari isteri budi disayang oleh
ayuni. Dan disitulah ayuni masuk kedalam pertengakaran kedua menantu tersebut.
Sebenarnya ayuni tidak pilih kasih sesama cucu. Tetapikan pada saat itu isteri
dari budi gak pulang jadi mau gak mau ayunilah yang mengurusi anak dari budi. Setiap
hari ada aja masalah dalam rumah itu dan lagi lagi ayunilah yang kena. Tetapi
ayuni gak pernah marah walaupun dituduh tuduh seenaknya menantunya. Ia hanya
diam. Ia tak mau menambah masalah yang mereka semua hadapi. Dan pada saat
itulah dimana semua menantu dan anak anaknya
merasa kehilangan setelah kepergiannya ayuni. Ayuni sakit setelah
mengerjakan semua pekerjaan rumah itu. Ia muntah darah. Tetapi semua anaknya
itu lagi tidak ada dirumah. Semua anaknya sedang bekerja. Yang adalah para
isteri dari budi,dimas&dika. Itupun mereka tidak peduli bahwa ayuni sakit.
Mereka hanya mengira ayuni mengalami penyakit biasa saja dan muntah darahnya
itu dikira muntah kopi. Memang. Ayuni sering sakit seperti flue. Ada seorang
isteri dari dimas memberi obat kepada ayuni dan menyurunya beristirahat
dikamarnya. Dan pada waktu subuh isteri dari dimas ingin membangunkan ayuni
untuk minum obat, teryata ayuni sudah tidak bernafas. Ia berteriak bahwa ayuni
gak ada nafasnya. Dan pada saat itulah semua anak anak dan menantu menantunya
datang dan segera membawa ayuni kerumah sakit. Kata dokter ia koma sudah lama
dari setelah ayuni meminum obat,tertidur dan disitulah ayuni sudah mengalami
koma dan kritis . kata dokter pula ayuni mengalami penyakit pembuluh darah
dikepalanya. Pembuluh darah tersebut sudah pecah. Mungkin yang tadi muntah
darah disitulah pembuluh ayuni sudah pecah. Ayuni koma sebulan. Aku dan
keluarga besar tidak berhenti mendoakannya. Akupun tak kuat menahan air mata
melihat kondisi bibi aku seperti itu. Rambut yang dulu panjang hitam terurai
sekarang tak ada lagi. Melainkan ia botak. Karena harus dioperasi. Orang pintar
bilang bahwa ayuni sudah tidak ada. Ia mengasih air yang dibacakan surat yassin
untuk diusapkan diseluruh tubuh ayuni. Cuma karena alat bantu oksigen dari
rumah sakitlah yang membantunya untuk bisa kelihatan bernyawa. Ayahku berusaha
dab berfikir keras untuk menyembukan kaka kesayangannya itu. Ayahku tak ada
hentinya bedoa kepada Allah kalau memang ayuni mau diambil, ambilah, kami sudah
mengikhlaskan semuanya. Setelah air yang dikasih orang pitar diusapkan
keseluruh tubuh ayuni. Kesokan harinya pihak dari rumah sakit memberi kabar
kalau ayuni telah meninggal dunia. Aku dan keluarga segera kejakarta menaiki
taksi, sepanjang jalan aku dan keluargaku menagis tiada henti. Seolah olah aku
belum bisa kehilangan bibiku. Ia sudah aku anggap sebagai ibuku yang kedua.
Karena ia sayang sama semua saudara saudaranya. Kata ibuku. Sedari kecil aku
diurusi oleh bibiku. Kalau bibiku main kerumah dan besoknya pulang, aku nangis
dan gak mau bibiku pulang. aku masih teringat saat saat itu. Setelah jenazah
bibiku dibawa pulang untuk disolatkan dan dimandikan. Aku melihatnya, sungguh
aku sangat sedih. Yang memandikan dan memakaikan kain kafan berwarna putih
ditubuh bibiku adalah para menantunya, kakak kakaknya, teman teman mainnya
semasa ia muda dulu, ibuku pun ikut memandikannya. dikepala bibiku dikasih
bunga 7rupa, ia sangat cantik, ia tersenyum, ia bersih, tak ada kotoranpun
ditubuhnya. Bahkan semua teman teman bibiku itu bilang bibiku adalah orang yang
baik, ia tak pernah menggosip, ia tak pernah yang namanya ketawa ia hanya
tersenyum,Karena senyum adalah ibadah, lagian pula dalam islam, tertawa itu tak
boleh berlebihan. Kecuali ia hanya tersenyum. Setelah bibiku sudah dimandikan
dan disolatkan, bibiku dibawa kepemakaman untuk dikuburkan. Keesokan harinya
rumah bibiku sepi, padahal disitu banyak keluarga besarku kumpul, tetapi terasa
ada yang kurang. Yaitu tiadanya bibiku, biasanya kami berbicara, bercanda
bersama, dan kini tak ada lagi semua kenangan itu hilang. Aku, saudara, tante,
ibuku membuka lemari bibiku, membereskan baju baju bibiku untuk dikasihkan
ketetangga. Tak sengaja aku membuka dompet bibiku. Teryata ia tak punya apa apa
didompetnya, yang ada Cuma 1lembar seribuan. Yatuhan. Sungguh mirisnya bibiku.
Tak punya apa apa . aku bilang ke
tanteku soal yang aku tak sengaja buka dompet bibiku dan tanteku bilang (ia
wanita yang tegar, dari semasa mudanya selalu disakiti oleh suami suaminya,
setelah bebas dari sakit atas perlakuan mantan mantan suaminya itu, ia disakiti
sama menantu menantunya. Ia diperlakukan layaknya seorang pembantu. Tante rasa
ia banyak pikiran dan gak mau cerita, ia ingin semua orang tak mau ikut kedalam
masalahnya.dan sampai meninggalpun ia tak punya apa apa uang pun hanya 1lembar
seribuan. Ia hanya bisa merasakan bahagia dari keluarga kamu saja rin, ia bisa
makan enak, jalan jalan ketaman mini, dufan dll Cuma dari keluargamu. Anak
anaknya?menantu menantunya?tidak. mana mantan suami suaminya apakah mereka ada
sekarang disaat bibi sudah tiada?sudah ditelfon tidak bisa, banyak sekali
alasan. Padahal disini isterinya sudah tidak bisa meraskan indahnya bumi. Anak
pertama dari suami yang pertamapun tidak ada disini. mereka tidak pernah
mengasih kebahagian kepada bibimu. Ia hanya bisa menambah masalah yang bibimu
punya, hanya menambah rasa sakit diperlakukan seperti itu ) aku hanya terdiam
merenungi yang dibicarakan tanteku tadi. Aku salut, aku bangga punya bibi
seperti dia. Aku ingin menjadi wanita tegar seperti dia, aku gak gamau
merepotkan semua orang dengan masalah yang aku punya. Pantas ayahku merasa
sangat kehilangan kakaknya itu, berusaha menyembuhkan kakaknya itu dari
penyakitnya, teryata benar, ia wanita baik sangat baik. Aku selalu menyebut
namamu dalam setiap doaku bi, semoga arwah amal dan ibadahmu diterima disisinya
”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar