Senin, 11 Maret 2013

CERITA


 
                                                   WANITA TEGAR

Kalian taukan rasanya bagaimana kehilangan seseorang yang kalian sayang?ataukah kalian belum pernah merasakannya?Yah itulah yang aku rasakan saat ini, saat dimana aku kehilangan seseorang yang aku sayang. 2tahun kehilangannya almarhumah Ayuni,kalian tahu itu siapa?itu adalah kakak perempuan dari ayahku. Aku sangat bangga kepadanya. Kalian mau tahu kenapa aku sangat bangga kepadanya?karena dia adalah sosok perempuan yang sangat tegar, ia masih bisa tersenyum walaupun hatinya terluka, ia masih bisa menolong sesama walaupun uang yang ia punya tidak memungkinkan diberi kepada orang yang tidk mampu. Aku sering dapat cerita dari tanteku tentang bagaimana sosok perempuan setengah baya itu menjalani hidup dari semasa ia muda. Aku menceritakan dengan mengganti nama asli mereka dengan nama samara. Begini ceritanya…
“dari semasa muda alm ayuni adalah seorang perempuan yang sangat cantik, bisa dibilang kembang desa. Sampai sampai semua teman sebayanya ngiri melihat kecantikan yang ayuni miliki, ia cantik, baik, putih, tinggi, rambutnya terurai panjang berwarna hitam. Semua pria yang melihatnya pasti menaruh hati kepadanya, sampai pada saat itulah ayuni menikah dengan seorang pria dan dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama cecep. Ia menikah dengan pria itu dikarenakan dijodohkan dengan kedua orang tuannya. Pria tersebut adalah seseorang yang kaya akan hartannya. Dan tidak lama setelah mereka mejalani hidup bersama, pria tersebut meninggalkan ayuni tanpa alasan. Padahal dulu, pria tersebut mengejar ngejar ayuni dari semua pria yang merebutkan ayuni. Tapi sekarang pria tersebut menggalkan ayuni dan membawa anak pertama mereka. Yatuhan bagaimana perasaan bibi aku saat itu?pasti sakit yang ia rasakan. Tapi ayuni tetap sabar dengan keadaan, ia tak banyak bicara. Ia hanya diam. Setelah lamanya pria tersebut meniggalkan ayuni. Ayuni menikah lagi dengan seorang pria yang dulu sempat mengejar ayuni semasa mudanya. Ia dikaruniai anak bernama budi,dimas,dika dan yang terakhir fahri. Setelah ayuni memiliki anak yang terakhir bernama fahri, Pria itu menceraikan ayuni. Mereka pergi kepengadilan secara diam diam agar anak mereka tidak mengetahuinnya bahwa mereka akan berpisah dikarenakan ada banyak masalah. Setelah beberapa lama ayuni bercerai dengan suaminya itu, ia banting tulang kerja sana sini hanya untuk membiayai keempat anaknya itu sampai mereka semua dewasa. Satu persatu anaknya menikah dan tinggal satu rumah bersama ayuni. Menantu menatunya itu bersikap tidak sopan kepada ayuni, semua pekerjaan rumah, ayunilah yang mengerjakannya. Mulai dari memasak, memyuci pakaian dll. Kayak layaknya seorang pebantu rumah tangga.  Ada mantu dari dua anak ayuni yang sopan dari beberapa mantu lainnya yaitu menantu dari anak ayuni yang bernama dimas&fahri. Isteri dari fahri adalah keponakannya ibu aku. isteri fahri tersebut sopan dan baik hati kepada ayuni, mungkin karena isteri fahri adlah keponakan ibu saya. Keluarga ibu sya kan keluarga baik baik hehe. Lagian juga fahri dengan keluargannya tidak tinggal satu rumah dengan ayuni dan saudara saudaranya. Yang paling banyak masalah adalah isteri dari budi&dika. Isteri budi adalah perempuan pekerja malam. Sebetulnya budi adalah seorang anak yang baik dan penurut kepada orang tuannya. Mungkin karena ia sudah terlanjur cinta kepada isterinya dan satu anaknya. Jadi ia enggan menceraikan isterinya itu. Pernah waktu saat itu isteri budi tidak pulang pulang kerumah, isteri budi meninggalkan satu anaknya dan juga suaminya. Semua pekerjaan yang harus dikerjakan oleh isterinya ini malah dikerjakan oleh ibunya yaitu ayuni. Dari mulai mengantar anaknya sekolah dll. Itu baru cerita dari anak dan isterinya budi. Dan selanjutnya saya akan menceritakan anak ketigga dari ayuni yaitu bernama dika. Dika mempunyai isteri yang masih cukup muda, isterinya itu boros, hobiny belanja, dan ngabisin uang suaminya. Ia juga dikaruniai satu anak. Bahkan kalau suaminya pulang kerja dan tidak membawa uang. Isterinya menyuruh suaminya tidur diluar. Apakan serang isteri sopan memperlakukan seorang suami seperti itu?mungkin tidak. Ada suatu kejadian yang membuat seorang isteri budi dan dika berantem. Mereka berebutan kamar yang ia tempati, dan juga mereka ngiri satu sama lain, dikarenakan seorang anak dari isteri budi disayang oleh ayuni. Dan disitulah ayuni masuk kedalam pertengakaran kedua menantu tersebut. Sebenarnya ayuni tidak pilih kasih sesama cucu. Tetapikan pada saat itu isteri dari budi gak pulang jadi mau gak mau ayunilah yang mengurusi anak dari budi. Setiap hari ada aja masalah dalam rumah itu dan lagi lagi ayunilah yang kena. Tetapi ayuni gak pernah marah walaupun dituduh tuduh seenaknya menantunya. Ia hanya diam. Ia tak mau menambah masalah yang mereka semua hadapi. Dan pada saat itulah dimana semua menantu dan anak anaknya  merasa kehilangan setelah kepergiannya ayuni. Ayuni sakit setelah mengerjakan semua pekerjaan rumah itu. Ia muntah darah. Tetapi semua anaknya itu lagi tidak ada dirumah. Semua anaknya sedang bekerja. Yang adalah para isteri dari budi,dimas&dika. Itupun mereka tidak peduli bahwa ayuni sakit. Mereka hanya mengira ayuni mengalami penyakit biasa saja dan muntah darahnya itu dikira muntah kopi. Memang. Ayuni sering sakit seperti flue. Ada seorang isteri dari dimas memberi obat kepada ayuni dan menyurunya beristirahat dikamarnya. Dan pada waktu subuh isteri dari dimas ingin membangunkan ayuni untuk minum obat, teryata ayuni sudah tidak bernafas. Ia berteriak bahwa ayuni gak ada nafasnya. Dan pada saat itulah semua anak anak dan menantu menantunya datang dan segera membawa ayuni kerumah sakit. Kata dokter ia koma sudah lama dari setelah ayuni meminum obat,tertidur dan disitulah ayuni sudah mengalami koma dan kritis . kata dokter pula ayuni mengalami penyakit pembuluh darah dikepalanya. Pembuluh darah tersebut sudah pecah. Mungkin yang tadi muntah darah disitulah pembuluh ayuni sudah pecah. Ayuni koma sebulan. Aku dan keluarga besar tidak berhenti mendoakannya. Akupun tak kuat menahan air mata melihat kondisi bibi aku seperti itu. Rambut yang dulu panjang hitam terurai sekarang tak ada lagi. Melainkan ia botak. Karena harus dioperasi. Orang pintar bilang bahwa ayuni sudah tidak ada. Ia mengasih air yang dibacakan surat yassin untuk diusapkan diseluruh tubuh ayuni. Cuma karena alat bantu oksigen dari rumah sakitlah yang membantunya untuk bisa kelihatan bernyawa. Ayahku berusaha dab berfikir keras untuk menyembukan kaka kesayangannya itu. Ayahku tak ada hentinya bedoa kepada Allah kalau memang ayuni mau diambil, ambilah, kami sudah mengikhlaskan semuanya. Setelah air yang dikasih orang pitar diusapkan keseluruh tubuh ayuni. Kesokan harinya pihak dari rumah sakit memberi kabar kalau ayuni telah meninggal dunia. Aku dan keluarga segera kejakarta menaiki taksi, sepanjang jalan aku dan keluargaku menagis tiada henti. Seolah olah aku belum bisa kehilangan bibiku. Ia sudah aku anggap sebagai ibuku yang kedua. Karena ia sayang sama semua saudara saudaranya. Kata ibuku. Sedari kecil aku diurusi oleh bibiku. Kalau bibiku main kerumah dan besoknya pulang, aku nangis dan gak mau bibiku pulang. aku masih teringat saat saat itu. Setelah jenazah bibiku dibawa pulang untuk disolatkan dan dimandikan. Aku melihatnya, sungguh aku sangat sedih. Yang memandikan dan memakaikan kain kafan berwarna putih ditubuh bibiku adalah para menantunya, kakak kakaknya, teman teman mainnya semasa ia muda dulu, ibuku pun ikut memandikannya. dikepala bibiku dikasih bunga 7rupa, ia sangat cantik, ia tersenyum, ia bersih, tak ada kotoranpun ditubuhnya. Bahkan semua teman teman bibiku itu bilang bibiku adalah orang yang baik, ia tak pernah menggosip, ia tak pernah yang namanya ketawa ia hanya tersenyum,Karena senyum adalah ibadah, lagian pula dalam islam, tertawa itu tak boleh berlebihan. Kecuali ia hanya tersenyum. Setelah bibiku sudah dimandikan dan disolatkan, bibiku dibawa kepemakaman untuk dikuburkan. Keesokan harinya rumah bibiku sepi, padahal disitu banyak keluarga besarku kumpul, tetapi terasa ada yang kurang. Yaitu tiadanya bibiku, biasanya kami berbicara, bercanda bersama, dan kini tak ada lagi semua kenangan itu hilang. Aku, saudara, tante, ibuku membuka lemari bibiku, membereskan baju baju bibiku untuk dikasihkan ketetangga. Tak sengaja aku membuka dompet bibiku. Teryata ia tak punya apa apa didompetnya, yang ada Cuma 1lembar seribuan. Yatuhan. Sungguh mirisnya bibiku. Tak punya apa apa  . aku bilang ke tanteku soal yang aku tak sengaja buka dompet bibiku dan tanteku bilang (ia wanita yang tegar, dari semasa mudanya selalu disakiti oleh suami suaminya, setelah bebas dari sakit atas perlakuan mantan mantan suaminya itu, ia disakiti sama menantu menantunya. Ia diperlakukan layaknya seorang pembantu. Tante rasa ia banyak pikiran dan gak mau cerita, ia ingin semua orang tak mau ikut kedalam masalahnya.dan sampai meninggalpun ia tak punya apa apa uang pun hanya 1lembar seribuan. Ia hanya bisa merasakan bahagia dari keluarga kamu saja rin, ia bisa makan enak, jalan jalan ketaman mini, dufan dll Cuma dari keluargamu. Anak anaknya?menantu menantunya?tidak. mana mantan suami suaminya apakah mereka ada sekarang disaat bibi sudah tiada?sudah ditelfon tidak bisa, banyak sekali alasan. Padahal disini isterinya sudah tidak bisa meraskan indahnya bumi. Anak pertama dari suami yang pertamapun tidak ada disini. mereka tidak pernah mengasih kebahagian kepada bibimu. Ia hanya bisa menambah masalah yang bibimu punya, hanya menambah rasa sakit diperlakukan seperti itu ) aku hanya terdiam merenungi yang dibicarakan tanteku tadi. Aku salut, aku bangga punya bibi seperti dia. Aku ingin menjadi wanita tegar seperti dia, aku gak gamau merepotkan semua orang dengan masalah yang aku punya. Pantas ayahku merasa sangat kehilangan kakaknya itu, berusaha menyembuhkan kakaknya itu dari penyakitnya, teryata benar, ia wanita baik sangat baik. Aku selalu menyebut namamu dalam setiap doaku bi, semoga arwah amal dan ibadahmu diterima disisinya ”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar