Senin, 11 Maret 2013

CERPEN


                                                           
                                                                      cinta?sahabat?

Seorang perempuan cantik duduk diruang tamu rumahnya, dia memandang entah kesiapa, seolah olah ia berbicara sendiri pada album photo yang ia pegang. Didepan album itu diberi nama DIARY OF GADIS. Nama perempuan itu teryata Gadis, sama seperti nama didepan diary tersebut. Ia mulai membuka satu persatu lembaran album photo itu, didalam album itu ada seorang anak laki-laki usianya sekitar 17 tahun, sama seperti gadis, dan diatas photo laki-laki tersebut diberi nama RYAN RISKI FAUZY. Tidak lupa juga gadis menulis biodata anak laki-laki disamping photonya itu. Teryata ryan adalah sahabat gadis dari kecil, orang tuanya gadis adalah rekan bisnis orang tuanya ryan. Ryan anak laki-laki yang agak cuek, baik, keren, pintar, tinggi, kulit sawo matang. Pokoknya siapa saja cewek yang melihat sosok pria seperti ryan pasti pada klepek klepek kayak ikan yang kehabisan oksigen dalam air. Aduh sesempurna bagaimanakah sih ryan? Sampai sampai gadis bisa menyimpan photo ryan sebanyak itu.
“Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing” telfon berbunyi, gadis tersentak kaget. Bunyi telfon tersebut menghilangkan lamunan tetang ryan. Sebelum gadis menjawab telfon itu, gadis melihat nama yang menelfon, dan ternyata ryan menelfonnya. Tanpa banyak pikiran, gadis cepat memencet tombol berwarna hijau dihandphonennya “halo” terdengar suara perempuan, gadis terdiam sejenak dia berfikir suara ryan berubah menjadi cewek. “halo gadis. Ini gadis?” suara cewek tersebut mengkagetkan gadis yang sedang kebingungan, “eh iya. Iya ini gadis, maaf ini siapa ya?” “ini mamahnya ryan dis” teryata suara dibalik telfon itu mamahnya ryan, gadis berfikir bahwa suara ryan berubah menjadi cewek aduh udah bikin gadis tegang aja nih “oh, tante, ada apa ya tan?tumben telfon lewat nomornya ryan?” “iya nih dis, tante mau beri kabar sama kamu, kayanya besok ryan gak masuk sekolah dulu” ‘memangnya ryan kenapa tan?mau pergi? Bisa kali tan oleh olehnya hehe” “bukan dis, bisa aja kamu, ryan sakit, sekarang dia ada dirumah sakit, kata dokter ia butuh istirahat dirumah sakit selama kurang lebih 1bulan” “wah tan, lama sekali, memangnya ryan sakit apa?” “tante juga kurang tau, nanti sore ryan mau dicek darah, ohiya tolong bilang keguru yah kalau ryan gak bisa masuk dulu. Makasih ya dis” “oh gitu ya tan?iya tante sama sama”. Telfon terputus. Dan gadis masih bertanya Tanya tentang keadaan ryan. Memang sih, ryan itu dari kecil memang jarang  masuk sekolah karena sakit, tapi itu Cuma satu atau dua hari, dan saat ini kenapa ia gak masuk satu bulan?
Keesokan harinya, disekolah
Dikelas gadis duduk sendiri, biasanya ryan sudah datang dan duduk disebelahnya, tiba-tiba lisa teman sekelasnya datang dan menghampiri gadis yang sedang cemberut ditempat duduknya. “kenapa lo dis?ditekuk aja tuh muka lo” tangan lisa sambil mencubit pipi gadis dan langsung duduk disebelah gadis tanpa gadis suruh “aduuh, sakit beb, iya nih, bête gue” “bête kenapa?diputusin pacar lo lagi?haha” “eh enak aja lo, gue kan gak punya pacar” “ohiya, lo kan belum bisa move on, ya kan?” “sebenernya lo kesini mau Tanya penyebab gue  bête atau mau ingetin gue sama sicowok tetangga itu?” “yampun dis, biasa aja kali, gue Cuma bercanda doang kali, yaa mau nanya kenapa elo bête?pagi-pagi udah bête aja”. “selamat pagi anak-anak” tiba tiba terdengar suara bu dian datang memasuki kelas, “yaelah, masih pagi bu, udah datang aja. Masih mau cerita cerita nih, ayok dis, cepet cerita kenapa lo bête?” bibir kecil lisa cuap cuap pelan “malas ah, udah keabisan mood nih, nanti aja deh, pulang gue ceritain” “uuh lama! Udah bikin gue penasaran eh gak taunya gak jadi cerita” sambil menuju ketempat duduk semula lisa, “coba kalian buka buku paket halaman 222” bu dian kembali berbicara dan bla bla blaaaaaa……
Pelajaran demi pelajaran pun terlewati meskipun gadis bête tapi mau gimana lagi dia harus mengikuti pelajaran semuanya. “kemana kemana kemana.. kuharus mencari kemana” bel pulang sekolah berbunyi ditandai dengan lagunya ayu ting ting. Kok bel sekolahnya lagu?iya memang sekolah sman22bandung kalau bel ditandai dengan lagu, misalkan bel masuk lagunya cinta laura, bel istirahat lagu ungu, bel pulang lagu vierra .tergantung sih, kadang lagu pop, regge, melayu, yaaa sesuai mood yang muterin lagu aja.  Nah kalau sekarang lagunya ayu ting ting, lumayan laah buat gak bikin bête dan galau. I love dagdut hehe. “gadiiiiiiiis” terdengar suara lisa dari kejauhan. Setelah gadis tengok kearah belakang teryata lisa lari sambil melambaikan tangan kearahnya. “aduh, cape banget lari. Gue panggil sambil teriak teriak, lo gak denger denger” “haha kasian banget. Kenapa lo?” “hah?lo Tanya kenapa?tadikan gue udah cerita! Jadi lo gak denger?gue ngomong tadi?” tanpa mendengar lisa ngoceh ngoceh gak jelas, gadis lansung buru buru lari dan menjauhi lisa, ia tau kalau lisa udah marah atau seneng pasti dia bakal nyubit pinggang gadis. “yeeeee malah lari nih anak. Udah dibilang gue cape tadi ngejar dia. Eh malah minta dikejar lagi. Aduh gadiiiiiiiiiiiiiiiiisssssssssss” lisa berlari menyusul gadis dari belakang, dan akhirnya tubuh temennya itu tertangkap. Otomatis lisa langsung menyubit dan mengkelitik pinggang gadis. “lisaaa,ampun lisaaaa” teriak gadis sambil guling sana guling sini dipinggir jalan, “gak ada ampun buat lo dis” “yaudah, berarti kalau lo kelitikin gue. Kapan ceritaaaaaaaaa yang tadi dikelassssssss?lo penasaran kan?ayodong udahan kelitikinnya gue minta maaf ya lisa cantik” “huh, iya deh, kalau bukan karena gue penasaran, gak akan gue lepasin lo, iya gue maafin, ah menyebalkan. Ayo cepet cerita, entr keburu bu dian datang lagi” “hah? Kok bu dian? Kan sekarang udah pulang aduh lisa bisa aja ngeklawaknya, sampe gue nelen batu nih” “yaudah, cepet lo cerita” “ryan sakit” “loh kok bisa? Sakit apa?” “gue juga kurang tau, kemarin, nyokapnya ryan telfon, katanya dia masuk rumah sakit, dan dia minta izin buat gak masuk sekolah selama satu bulan” “lama banget, gimana kalau nanti malam kita jenguk yuk” “yaudh, lo kerumah gue aja ya. Gue tunggu lo jam 7” “sip bos. Sepi juga yah gak ada ryan, kita kan biasanya pulang bareng bertiga. Meskipun jalan kaki, kan seru bisa curhat curhat, bercanda, gossip bareng hehe” kedua anak remaja tersebut gak ada henti hentinya ngobrol sambil jalan, kayaknya serasa itu jalan Cuma milik mereka berdua.
Dirumah, pukul 17:00
Sesampainya gadis dirumah, ia segera memasuki kamarnya. Tanpa menganti baju, ia membuka laptop dan memasang modem. Sambil tiduran diatas tempat tidur dia mengklik Mozilla firefox mengketik google -> twitter. Dia metweet “sepi juga yah tadi dikelas Cuma ditemenin cewek bawel @lisaaw grgr @ryanrf gak masuk”, bukan Cuma twitteran tapi gadis juga mendownload lagu lagu yang sekarang lagi tren. Dan ditemani alunan music galau. Gadispun tertidur…
“gadis..gadis..” terdengar suara mamah gadis dari luar kamar, gadis terbangun “masuk aja mah” sambil mengecek download dilptpnya dan teryata lptpnya mati “aduuuh sinyal banget nih, lagi download malah mati” gadis pun menaruh lptpnya diatas meja belajar berwarna ungu disebelah tempat tidurnya, “diluar ada lisa, katanya dia mau ngajak kamu jenguk ryan, kok kamu gak bilang kemamah kalau ryan sakit?” “hah?memangnya sekarang jam brp mah?(sambil melihat jam yang dipakai ditangannya)ha?jam 19;00?kok cepet banget yah?(berlari mengambil handuk menuju kamar mandi)mah tolong bilang lisa tunggu dikamar aku aja. Ohiya mah cerita soal ryan sakit nanti saja” “iyaaaaaa anaku yang bawel” tanpa ada balasan dari gadis mamahpun meninggali kamar gadis dan menuju lisa. Lisa pun kekamar gadis.
Setelah beberapa menit kemudian gadis keluar dari kamaar mandi, “lama bgt lo, ngapain aja sih?” ucap lisa dengan nada yang kesal, “eh ada lisa, tadi gue ketiduran hehe maaf ya” “iyaaa. Yaudah cepet pakai baju sana” gadis membuka lemari dan memilih milih baju “lis?gue pake baju yang mana ya?” ucap gadis sambil mengeluarkan baju satu perstu baju yang ada didalam lemarinya “gak usah pake baju!” “hah?dodol! porno abis dong nanti gue” “aduh gadis,, lama banget sih lo. Apa perlu gue pakein?buru dong. Gue tinggal juga nih” tanpa basa basi gadis segera memilih baju yang ada ditangannya yaitu jeans+tangtop dilapisi cardigan.
Dirumah sakit HARAPAN INDAH *ruang 125*
“permisi” suara lisa dan gadis saat memasuki ruang dimana ryan dirawat. “eh lisa” teriak ryan dengan nada yang pelan. Loh kok pelan?iyaa kan lemes masih sakit. “kok Cuma lisa doang sih yan? Gadisnya enggak?yaudah pulang aja ini mah gue” ucap gadis kecewa “eh ada gadis juga?maaf deh hehe. Jangan ngambekan gitu dong. Entr gue tambah sakit lagi nih liat lo ngambek mulu karna gue” ucap ryan “wah berarti ryan sakit karena lo dong dis?” ucap lisa dengan nada yang bercanda “haha.. bercanda” jawab ryan. “gimana keadaan lo yan?kata dokter lo sakit apa?sepi nih gak ada lo dikelas” ucap gadis “masih agak sakit nih, gue juga gak tau dis, doain aja ya, gue Cuma butuh doa dari kalian semua” jawab ryan sambil tersenyum. Sebelum dilanjutkan bicara, terdengar suara handphone lisa berbunyi. “eh bentar yaa ada telfon nih” lisa keluar dari ruang tersebut. Diruang itu tinggalah gadis dan ryan, mereka bercanda candaa. Lisa datang dan berbicara “ryan, gadis, gue balik duluan yaaa” “loh? Kok cepet bgt lis?” jawab ryan yang dalam hatinya sebenarnya gak mau lisa cepet pulang, ia ingin lisa bisa disamping ryan selama ryan masih bisa bernafas, “ada urusan keluarga nih, sorry yah, besok gue kesini lagi kok, gue balik duluan yah, slam buat nyokp lo yan. Cepet sembuh ya (sambil memegang tangan ryan)” “makasih lis” jawab ryan, “hati-hati lis” ucap gadis.setelah lisa pulang, gadis dan ryan masih berbicang bincang sambil ketawa tawa. Tiba tiba ryan memegang tangan gadis, gadis tersentak kaget, hati gadis berdegub kencang rasanya ia ingin terbang saat itu. “dis, gue mau ngomong sama lo” ucap ryan dengan nada rintih, ryan membuat hati gadis tambah berdegub kencang dari sebelumnya, “iya yan, ngomong aja, gue denger kok” jawab gadis “gue suka , gue sayang dis” ucap ryan dengan mata yang menatap mata gadis. Gadis mengalihkan pandangan mata ryan. Ia tersenyum, dan kembali menatap mata ryan “lo suka sama siapa yan?” jawab gadis dengan nada yang terputus putus “gue..(berhenti sejenak)gue suka dan sayang sama lisa dis, dari awal masuk SMA gue udah ada rasa, apa lagi semenjak kita bertiga sering ngumpul bareng, kayaknya dia my first love gue deh dis” ucap ryan. Gadis tak merespon dan mendegar ucapan ryan, yang ia ingat hanya ucapan ryan bahwa ryan suka sama lisa, “teryata gue salah, gue salah menebak, teryata ryan suka sama lisa bukan gue, asal lo tau yan, dari dulu gue suka sama lo, dan lo gakan bisa peka sama perasaan gue(berbicara dalam hati)” “dis.. gadis” ucap ryan sambil mengoyang goyangkan tangannya depan wajah gadis. Gadis terhenti dari lamunannya. “lo kenapa sih dis?gue curhat kok lo malah bengong gitu” ucap ryan “gue gak bengong kali, gue Cuma lagi mikir nih gimana caranya gue bisa move on” jawab gadis asal “kayaknya gue deh yang lagi curhat dan butuh respon dari lo, kok lo malah ke move on?lo ada masalah?cerita aja!” ucap ryan dengan wajah yang penasaran “haha gak ada masalah. Gue mah gak pernah ada masalah, gak kayak lo setiap curhat pasti maslah mulu:p mungkin gue cape kali yan, jadi ngelantur gitu deh” jawab gadis “haha dasar. Jadi gimana nih?apa gue tembak dia dis?” ucap ryan “yaaaa… yaudah lo tembak aja” jawab gadis “oke deh, bantu gue yah” ucap ryan dengan nada yang yakin bahwa ia bisa nembak lisa. “iya pasti gue doain lo kok(sambil menepuk tangan ryan)eh udah malem nih, gue pulang dulu yah, cepet sembuh” jawab gadis sambil menuju pintu keluar “oke, makasih dis, hati hati dijalan, kalau jatuh bangun yaaa”.

Diruang dokter
“setelah diCekUp anak ibu mengalami diagnose kanker otak stadium akhir” ucap dokter kepada mamahnya ryan dengan nada yang serius “leukemia stadium akhir?yatuhan,kenapa bisa seperti ini(nagis)” jawab mamahnya ryan “sabar ya bu, mungkin ini sudah takdir tuhan, kami hanya bisa membantu sebisanya kami. Ibu dan sekeluarga jangan berhenti berdoa, memangnnya ibu tidak tau?bahwa anak ibu mengalami penyakit tersebut?” ucap dokter “iya dok, kami selalu mendoakan dan berusaha buat kebaikan anak kami, waktu ryan ber umur 14 tahun, kami sekeluarga sudah membawa ryan keluar negri untuk operasi dan hasilnya memuaskan, pihak rumah sakit tersebut bilang bahwa penyakit yang ada pada ryan sudah bersih, tapi saya bingung, kenapa penyakit itu datang kembali?” jawab mamahnya ryan dengan nada yang rintih “iya, menurut CekUp, kami menemukan kanker yang anak ibu alami tumbuh kembali, dan sudah menjalar terlalu banyak atau jauh, sehingga kami sulit untuk mengobatinya, tapi kami akan berusaha semampu kami untuk menolong anak ibu” ucap dokter untuk meyakinkan mamahnya ryan bahwa ia mampu menolong ryan “iya dok, kami semua mohon bantuannya, terimakasih dok” jawab mamah nya ryan sambil berjalan kearah pintu keluar ruangan.
Dua bulan kemudian
Dua bulanpun tiba, tetapi ryan belum juga masuk sekolah, gadis dan lisa kebingungan dengan penyakit ryan, ryan dan mamahnya tidak satupun yang agkat bicara mengenai penyakit ryan,
“kriiiiiiiiiiiiiiiiing” telfon gadis berbunyi, panggilan dari mamahnya ryan “halo gadis..” ucap mamahnya gadis dari balik telfon “iya tan, ada apa tan? Kenapa nada suara tante agak sedih gitu tan?” jawab gadis “gadis, bisakah kamu kerumah sakit sekarang?ryan kritis” ucap mamahnya ryan “ha? Ryan kritis tan? Iya gadis segera kesana sama lisa dan mamah gadis yah tan, tante yang sabar yah, gadis kenana” jawab gadis, tanpa basa basi lagi gadis segera memberi tahu mamahnya dan lisa bahwa ryan koma, mamahnya gadis, gadis dan lisa segera kerumah sakit.
 Diruang ICU
Sesampainya gadis, mamah dan lisa dirumah sakit, mereka segera berlari menuju ruang ICU. Terlihatlah mamahnya ryan sedang menunggu didepan ruang ICU. Gadis memeluk mamahnya ryan  dan berbicara “tante jangan nangis, kita semua ada disini untuk mendoakan ryan, tante yang sabar ya” tanpa menjawab tante terus menagis, dan tiba tiba pintu ruang ICU terbuka, keluarlah dokter “keluarga dari ryan riski fauzy? Sudah bisa masuk. Mungkin ada sesuatu yang mau dibicarakan”. Gadis dan lisa memasuki ruang ICU sedangkan mamah ryan mengikuti dokter keruangannya ditemani oleh mamanya gadis. Didalam ruang ICU terlihatlah ryan berbaring diatas tempat tidur dengan menahan rasa sakit, beda, sangat bedaa, dulu ryan yang dijuluki keren perfect, sekarang?terlihatlah bukan ryan melainkan sosok yang sangat dikasihani dengan tiadanya rambut dikepalanya, tubuhnya makin kurus. Gadis dan lisa tak kuat menahan air mata yang dibiarkannya jatuh dipipinya, rasanya gadis tak mau berlama lama didalam ruang ICU itu. Bukan karena malas bertemu ryan dengan adanya lisa. Melaikan gadis tak kuat melihat seorang sahabat yang dari dulu ia kenal menjadi seperti ini. Bukan Cuma sahabat, tapi gadis mengangap ryan lebih dari sahabat. “gadis.. lisa” terdengar bisikan, teryata ryan mulai membuka mata. “ryan” jawab lisa dan gadis serentak. Ryan memegang tangan kedua sahabatnya itu dan berbicara “buat lisa: sebenarnya gue suka dan sayang sama lo lis, gue banyak cerita tentang lo sama gadis, tapi gue rasa gue gabisa miliki lo lis, gue Cuma cowok penykitan dan nantinya Cuma bisa bikin lo repot. Gak perlu dijawab sekarang, gue udah tau kok jawabnya;). Buat gadis: lo emang shabat kecil gue sampai kapanpun gue akan memanggil lo sahabt kecil(mencubit pipi gadis). kalian kenapa nagis?gue gamau ada yang nagis. Gue gak perlu ditangisin, gue Cuma minta doa dan support kalian, bukan air mata kaya gini. kalian memang sahabat gue yang paling baik, kalian selalu ada saat gue butuh, gue gak tau harus bagaimana lagi. Apakah gue harus menagis?ataukah gue harus senang dengan keadaan gue seperti ini? Gue gamau ngeliat kalian dan orang orang yang gue sayang sedih jika suatu hari nanti gue gak ada disamping kalian, sebenarnya gue juga gak mau bikin kalian sedih dengan keadaan gue tapi mau gimana lagi?mungkin ini memang takdir dari tuhan bahwa umur gue cukup sampai disini. Jika suatu hari nanti kalian senang tanpa adanya gue. Jangan khawatir gue akan marah. Gue seneng kok, gue bisa melihat kalian senang dari kejauhan, gadis.. lisa.. maafin gue, maafin gue kalau selama ini gue selalu buat lo susah atau yang lainnya. Kenanglah gue selalu dihati kalian selalu dijiwa kalian simpan gue dalam memori kalian jika gue gak ada lagi disamping kalian” sentuhan tangan ryan pun lenyap dipipi gadis dengan bersamanya air mata gadis. “ryaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan” gadis dan lisa pun teriak memanggil nama ryan berulang ulang, tapi tuhan berkehendak lain.
Pemakaman ryan
Batu nisan bertuliskan “RYAN RISKI FAUZY lahir:20februari1995 wafat:01maret2013” keluarga ryan, semua teman ryan datang dipemakaman ryan, begitupun gadis dan lisa.setelah semuanya memberi doa untuk ryan, tinggalah mamahnya ryan dan gadis, gadis mendekati mamahnya ryan, gadis  merangkul dan berbicara kepada mamahnya ryan “tan, tante gaboleh nangisin ryan berlebihan, ryan sudah pergih tapi ryan tetap ada dihati kita semua, tante sayang ryan kan? tapi tuhan lebih sayang ryan. Mungkin tuhan kasian kalau ryan berjuang hidup untuk penyakitnya, jadi tuhan mengambil ryan untuk membebaskan ryan dari penyakit dan beban yang ryan punya. Tante harus yakin, bahwa ryan disana baik baik aja. Hapus yaa air mata tante. kita berdoa ya buat ryan” “makasih ya dis, kamu memang anak yang baik” jawab tante sambil tersenyum dan gadispun membalas dengan senyum manisnya.
Dua tahun setelah meninggalnya ryan
Penganglah jemariku rangkul aku dalam bahagiamu kuingin bersama berdua selamanya, jika ku buka mata ini ku ingin selalu ada dirimu
Terdengarlah suara alunan lagu yang dibawakan penyanyi solo Rossa-tegar, terbukalah album photo DIARY OF GADIS, bergantilah satu demi satu lembar halaman diari tersebut yang dipenuhi photo dan tulisan. Terhenti dihalaman terakhir yang ditempelkan photo ryan&gadis disanalah tinta berwarna hitam yang digerakan untuk menulis oleh gadis, ia menulis…
“Sedih ada senang, datang ada kembali, sehat ada sakit, muda ada tua, memiliki ada yang namanya kehilangan. Itulah yang aku rasakan saat ini disini tanpamu. Aku hanya bisa membuka album kenangan ini yang aku selalu tulis saat datangnya perasaan ku padamu. Ryan. Gimana kabar kamu saat ini?aku harap kamu baik. Dua tahun sudah sejak kepergiaanmu aku baru menulis dibuku ini, kalau aku nulis dibuku ini, rasanya aku sedang berbicara langsung denganmu. kamu tentu mau tau kabarku kan?aku dan keluargaku baik, begitupun dengan keluargamu. Kamu tau gak?aku sekarang masuk universitas padjajaran loh aku mengambil jurusan satra yang dulu aku pernah ceritakan. Aku suka membayangkan kalau kamu masuk universitas ITB jurusan tekhnik. Tapi itu semua hanya hayalku tentang kamu. Sudahlah.. mungkin aku rindu saat saat dimana aku dan kamu menjadi kita, aku pengen banget kamu tau yan, dari dulu aku suka sama kamu, aku sayang, aku sayang kamu melebihi sahabat.kamu tau gak? Waktu kamu cerita bahwa kamu suka sama lisa?disitulah perasaan ku hancur,tapi aku sadar kok, persahabatan itu lebih penting dari pada pacar. Buktinya sampai sekarang kamu masih selalu ada di dalam buku ini, eeh maksudnya dalam hati aku. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu disana. Udah dulu yah yan. Aku cape nih baru pulang ngampus. Curhatnya nanti lagi yaa. salam cubit buat ryan.”
Gadis segera menutup buku hariannya itu.
                                                                                      SELESAI

(Persahabatan adalah suatu senyuman yang abadi)-rintani septianti

2 komentar: